Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto saat masih menjadi Menteri Pertahanan RI/tangkapan layar

Politik

Pengamat: Prabowo Tidak Perlu Balas Budi ke Jokowi

RABU, 01 JANUARI 2025 | 22:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Karier politik Prabowo Subianto yang kini sudah menjadi orang nomor satu di Indonesia bukan berkat jasa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo sepenuhnya.

CEO PolMark, Eep Saefulloh Fatah menilai, jalan politik Prabowo menjadi Presiden Indonesia memang ada peran dari Jokowi, namun tidak signifikan dan tidak perlu terbebani dengan politik balas budi.

Eep mengurai, Prabowo telah berjuang lebih dari 20 tahun untuk mencapai posisi Presiden. Sementara kontribusi Jokowi di karier Prabowo hanya sebatas membawanya sebagai Menteri Pertahanan dan mendukung di Pilpres 2024.


“Jadi sumbangan Jokowi secara proporsional akan dilihat Prabowo bukan menghiasi seluruh perjalanan karier politiknya, tetapi hanya di ujung saja sebelum jadi presiden,” kata Eep dikutip dari podcast KeepTalking, Rabu, 1 Januari 2025. 

Dukungan Jokowi ke Prabowo di Pilpres 2024 juga saling menguntungkan kedua belah pihak. Bahkan menurut Eep, pihak yang paling diuntungkan di Pilpres 2024 justru Gibran Rakabuming Raka.

Putra sulung Jokowi itu bisa menjadi Wakil Presiden berkat restu dan dukungan Prabowo. Maka dari itu, Eep menilai hubungan Prabowo dan Jokowi lebih bersifat timbal balik dan sudah semakin seimbang.

“Neraca di antara Prabowo dan Jokowi sudah semakin seimbang. Memang (Prabowo) dibantu (Jokowi). Tetapi pada saat yang sama, Prabowo juga ikut membawa putra Jokowi ke kursi Indonesia nomor 2 atau wakil presiden. Dan itu luar biasa,” katanya.

Setelah menjadi Kepala Negara, Prabowo juga tetap melanjutkan kebijakan aglomerasi Jokowi.

"Jadi menurut hemat saya, jangan pernah membayangkan bahwa Prabowo ada sebegitu rendahnya di hadapan Jokowi, Prabowo bukan hanya menerima tetapi memberi sesuatu,” pungkasnya.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya