Berita

Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin (tengah)/Ist

Kesehatan

Kemenkes Siap Cetak SDM Baru Buat Pemerataan Layanan Kesehatan

RABU, 01 JANUARI 2025 | 02:12 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kesenjangan rasio dokter di Indonesia masih 0,47 per 1.000 penduduk, jauh dari standar WHO yang menetapkan 1:1.000. Ini bukan sekadar angka, namun ini gambaran nyata kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia. 
 
Itu sebabnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat gebrakan besar melalui strategi jangka panjang Transformasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dengan menghadirkan layanan kesehatan merata dan berkualitas, khususnya bagi daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

“Ketertinggalan ini harus kita kejar. Ini perjuangan panjang, tapi bukan tak mungkin dicapai,” kata Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin dalam keterangan resmi yang diterima redaksi pada Selasa malam, 31 Desember 2024.


Salah satu jalan keluarnya, menyiapkan sumber daya melalui beasiswa untuk membuka jalan ke pelosok negeri.

Dengan visi membangun keadilan layanan, Kemenkes meluncurkan program beasiswa afirmasi untuk mencetak tenaga medis dari daerah yang paling membutuhkan. 

Tahun ini, sebanyak 966 beasiswa diberikan kepada lulusan SMA dan mahasiswa kedokteran dari wilayah DTPK. 

Harapannya, setelah lulus para tenaga medis ini akan kembali ke daerah asal mereka, menjadi petugas kesehatan.

Tak hanya itu, 2.330 tenaga medis dan kesehatan ditempatkan di puskesmas daerah terpencil melalui program Penugasan Khusus.

Tambahan 1.023 beasiswa dokter spesialis dan subspesialis, ditambah 788 beasiswa dari LPDP. Hal itu juga merupakan bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam.

Kemenkes juga menargetkan spesialisasi strategis seperti kanker, jantung, hingga kesehatan ibu dan anak melalui 170 beasiswa fellowship dokter spesialis.

Selanjutnya ada adaptasi diaspora. Melalui program adaptasi dokter diaspora, tujuh dokter spesialis yang berpraktik di luar negeri telah kembali untuk mengabdi di tanah air. Sedangkan, dibukanya kelas internasional di Poltekkes Kemenkes menjadi sinyal bahwa Indonesia ingin menjawab tantangan global.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya