Berita

Pembacaan maklumat dari Komunitas Maklumat Djuanda/RMOL

Politik

Kinerja dan Distribusi Jabatan Aparat Penegak Hukum Harus Diaudit

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 19:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komunitas Maklumat Djuanda meminta pemerintah untuk melakukan audit kinerja dan distribusi jabatan secara menyeluruh di tiga institusi penegak hukum, yakni Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satu member Komunitas Maklumat Djuanda, Sadiman Ahmad berpendapat, reformasi lembaga penegak hukum dapat dilakukan dengan sejumlah proses. Dimulai dari audit kerja dan distribusi jabatan.

Selain itu, ia meminta agar pemerintah merombak sistem dan kurikulum pendidikan masing-masing lembaga. Kemudian membebastugaskan pelaku pelanggaran etika jabatan hingga 2 tingkat jabatan di atasnya dan tidak mendapatkan promosi.


Lalu mengembalikan UU Komisi Pemberantasan Korupsi No. 30 tahun 2002. 

"Khusus di Kepolisian, kami memandang perlu seleksi terbuka dalam mengisi jabatan di Markas Besar Kepolisian, dari jabatan tertinggi hingga eselon dua dengan standar seleksi yang ketat," tuturnya.

Ia menambahkan, untuk standar seleksi yang ketat itu bisa dilakukan melalui lima prosedur. Pertama, panitia seleksi (Pansel) pejabat kepolisian berasal dari luar lembaga itu. Dua, penelusuran rekam jejak sebelum mengikuti seleksi dan hasilnya diumumkan kepada publik. Tiga, melibatkan masyarakat untuk memberi informasi dan masukan kepada Pansel tentang pejabat yang diseleksi. 

Empat, tidak melibatkan unsur partai politik dalam Pansel. Lima, memisahkan Kompolnas sebagai lembaga pengawas eksternal dari pengaruh Polri.

“Termasuk tidak mengambil anggota Kompolnas dari mantan polisi, dan memberikan kewenangan kepada Kompolnas untuk menyidik personel yang melakukan kesalahan,” demikian Sadiman Ahmad.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya