Berita

Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal/Net

Politik

Cucun Syamsurijal: Tahun 2024 Membuktikan PKB Tidak Sekadar Mampu Bertahan

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 17:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sepanjang tahun 2024, menjadi jalan terjal bagi partai kebangkitan Bangsa dalam menunjukkan taring di kancah politik nasional.

Dikatakan Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut Tahun 2024 menandai babak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. 

“Sebagai tahun politik, seluruh elemen bangsa terlibat aktif dalam perhelatan akbar Pemilu serentak, hingga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di akhir tahun,” kata Cucun kepada wartawan, Selasa 31 Desember 2024.


Menurut Cucun, dinamika politik nasional terasa kuat sepanjang tahun yang ditandai oleh persaingan ketat antarpartai politik, upaya membangun koalisi strategis, dan pengaruh besar isu-isu nasional terhadap keputusan pemilih. 

“Di tengah lanskap politik yang terus berkembang, partai-partai berlomba merebut hati rakyat dengan menawarkan gagasan dan program kerja yang relevan untuk menjawab tantangan zaman,” tuturnya.

“Semesta memberi bukti bahwa PKB tidak saja menjadi partai yang sanggup bertahan dari guncangan (survive). PKB juga sanggup menjadi partai yang merealisasikan target kemajuan (thrive),” sambung.

Sepanjang tahun 2024, PKB disebut telah memainkan peran strategis dalam percaturan politik nasional. 

Sebagai salah satu partai politik besar di Indonesia, kata Wakil Ketua DPR RI itu, PKB memanfaatkan momentum tahun politik ini untuk memperkuat posisinya baik di tingkat legislatif maupun eksekutif, untuk pusat maupun daerah.

“Pemilu Legislatif 2024 menjadi ajang pembuktian bagi PKB sebagai salah satu kekuatan utama dalam politik Indonesia,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan Cucun menyatakan hal demikian. Sebab terbukti PKB berhasil meningkatkan jumlah kursi di DPR RI menjadi 68 kursi, dengan perolehan suara 16.115.655 atau 10,62 persen dari total suara pada Pileg 2024. 

Tak hanya itu, kontribusi PKB di DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. 

“Keberhasilan ini mencerminkan strategi PKB yang berhasil memperluas basis dukungan, termasuk di daerah-daerah yang sebelumnya tidak menjadi basis utama partai,” ungkap Cucun.

Lebih lanjut, Cucun mengatakan langkah monumental PKB juga tercermin dalam keberhasilan mengantarkan sang Ketua Umum, Abdul Muhaimin Iskandar, sebagai Calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2024. Bahkan pasangan yang diusung PKB bersama mitra koalisi memperoleh hampir 41 juta suara.

Cucun menilai, hal tersebut mencerminkan daya tarik kepemimpinan Muhaimin sekaligus soliditas mesin politik di bawah komando Gus Muhaimin. 

Sebagai bagian dari pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, PKB pun disebut terus menunjukkan kontribusi strategis dengan komitmen membangun kebijakan pro-rakyat sekaligus memastikan keberlanjutan program-program strategis nasional. 

Di sisi lain, PKB juga tetap memainkan perannya di ranah legislatif sebagai penyeimbang yang kritis dan solutif. Fokus PKB dipastikan tetap pada pengawasan kebijakan pemerintah demi memastikan agar setiap keputusan tetap berpihak pada rakyat kecil.

“Dengan kombinasi peran eksekutif dan legislatif yang kuat, PKB semakin mempertegas posisi sebagai salah satu partai politik yang paling berpengaruh di Indonesia,” pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya