Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan keterangan kepada awak media di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa, 31 Desember 2024/RMOL

Politik

Bahlil Klaim Golkar Capai Target 60 Persen Kemenangan di Pilkada 2024

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 13:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Golkar mengklaim menjadi partai politik pemenang kedua dalam Pilkada Serentak 2024 yang usai sebulan lalu.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengatakan, partainya telah mencapai target kemenangan 60 persen di Pilkada Serentak 2024. Namun, angka pasti yang dicapai akan diumumkan setelah sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai. 

“Menyangkut jumlahnya saya pikir Golkar menjadi partai nomor 2 pemenang pilkada. Dan target kami kan memang 60 persen. Ya, mungkin setelah MK baru kami umumkan. Tapi tidak jauh-jauh beda dari situ. Tidak jauh-jauh beda,” ujar Bahlil usai memberikan Pidato Politik Refleksi Akhir Tahun 2024 dan Outlook 2025 di Markas Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa 31 Desember 2024. 


“Jadi secara kumulatif, insyaAllah, kita tidak di atas-atas banget. Tapi tidak di bawah-bawah banget juga. Kita biasa main di tengah-tengah saja. Karena Golkar ini kan penyeimbang. Tengahnya berapa nanti kita umumkan,” sambungnya. 

Selain itu, Bahlil menepis anggapan partai berlambang beringin mengalami kekalahan di kantong-kantong suara daerah strategis seperti Banten, Jakarta, hingga Riau. Menurutnya, ada beberapa daerah yang sebelumnya Golkar selalu kalah namun di Pilkada 2024 meraih kemenangan. 

“Golkar di beberapa tempat yang tidak diperkirakan menang, itu menang. Dan Golkar di beberapa (tempat) diperkirakan menang, itu menjadi tidak menang. Yang namanya kompetisi politik, memang ada yang menang, ada yang kalah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bahlil berharap kepada para kepala daerah terpilih dari Partai Golkar untuk tetap rendah hati meskipun meraih kemenangan di Pilkada Serentak 2024. 

“Karena itu yang menang, kita akan tetap mengapresiasi. Dan Golkar mengatakan bahwa jangan jumawa. Yang kalah, kita jangan kecil hati juga, ini bagian daripada proses. Tapi cukup menjadi catatan,” tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya