Berita

Menteri Luar Negeri Kuwait Abdullah Ali al-Yahya (kiri), Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al-Shibani, dan Sekretaris Jenderal GCC Mohamed Albudaiwi menghadiri konferensi pers setelah pertemuan mereka di Damaskus, Suriah, 30 Desember 2024/EPA

Dunia

GCC Pertimbangkan Cabut Sanksi Internasional Suriah

SELASA, 31 DESEMBER 2024 | 13:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tumbangnya rezim Bahsar Al Assad telah mengubah pandangan dunia terhadap Suriah yang kini dipimpin oleh kelompok oposisi.

Sejumlah negara dilaporkan tengah mempertimbangkan normalisasi hubungan diplomatik dengan Suriah, bahkan bersedia mencabut sanksi ekonomi yang dijatuhkan. 

Menteri Luar Negeri Kuwait Abdullah Ali Al-Yahya bersama dengan Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Negara Teluk (GCC), Jasem Mohammed Albudaiwi menemui Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al-Shibani di Damaskus pada Senin, 30 Desember 2024. 


Al-Yahya menyampaikan komitmen GCC untuk berdiri dalam solidaritas dengan Suriah dan berkomitmen terhadap keamanan dan integritas wilayahnya. 

Dia juga mendorong agar masyarakat internasional mempertimbangkan kembali sanksi yang mereka jatuhkan terhadap Suriah.

“Kunjungan ini mengungkapkan keinginan kami untuk membuka halaman baru kerja sama regional. Kami juga menghargai respons pemerintah baru di Suriah terhadap upaya ini," tegasnya, seperti dimuat Anadolu Ajansi.

Sementara itu, Menlu Suriah mendesak Kuwait  untuk membuka kembali kedutaan besarnya di Damaskus dan melanjutkan hubungan diplomatik mereka. 

“Kami menyerukan dengan penuh cinta dan kegembiraan kepada saudara-saudara di Kuwait untuk segera membuka kedutaan mereka di Damaskus dan melanjutkan hubungan diplomatik,” kata dia.

Sekjen GCC Albudaiwi mengutuk pelanggaran Israel terhadap Suriah dan perluasan permukiman di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

“Serangan Israel merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, dan kami menyerukan Israel untuk menarik diri dari wilayah pendudukan Suriah,” desaknya.

Dia juga menyampaikan komitmen GCC untuk mendukung keamanan dan stabilitas Lebanon dan Suriah.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya