Berita

Jumpa pers pimpinan Komisi II DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 30 Desember 2024/RMOL

Politik

Komisi II Terima 495 Aduan hingga Akhir 2024, Paling Banyak Soal Pemilu

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 16:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Meski baru sekitar 2 bulan bekerja, Oktober-Desember 2024, Komisi II DPR RI telah menerima ratusan aduan masyarakat. Jumlahnya mencapai 495 aduan yang terbagi dalam beberapa klaster.

Hal tersebut diungkap Ketua Komisi II DPR, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, bersama 3 Wakil Ketua Komisi II DPR yaitu Bahtra Banong, Dede Yusuf, dan Aria Bima, di Ruang Rapat BURT Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 30 Desember 2024.

"Komisi II DPR RI mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat yang memberikan perhatian dan kepercayaan yang tinggi kepada Komisi II DPR RI," ujar sosok yang kerap disapa Rifqi itu. 


"Itu terbukti selama tahun 2024 ini terdapat 495 pengaduan yang masuk ke Komisi II DPR RI yang terdiri dari beberapa klaster," sambungnya. 

Adapun 4 klaster yang diadukan masyarakat dari total jumlah itu antara lain soal pemilihan umum (pemilu), bidang pertanahan dan tata ruang, bidang aparatur sipil negara (ASN) dan honorer, serta bidang otonomi daerah (otda). 

Di antara 4 klaster itu, Rifqi menyebutkan jumlah aduan paling banyak ada di bidang pemilu, disusul bidang pertanahan dan tata ruang, bidang ASN dan honorer, dan paling sedikit di bidang otda. 

"Klaster yang pertama, 201 aduan masyarakat itu di bidang kepemiluan. Mulai dari pemilu legislatif, pemilu presiden dan wakil presiden, dan yang terbanyak adalah terkait dengan Pilkada 2024," paparnya. 

Rifqi pun merinci, untuk aduan masyarakat di bidang pertanahan dan tata ruang terdapat 120 aduan, 114 aduan terkait dengan bidang ASN yang didominasi terkait dengan honorer, dan terakhir di bidang otda sebanyak 60 aduan. 

"Untuk pemilu isunya beragam, mulai dari netralitas ASN, netralitas penjabat kepala daerah, terkait dengan money politic, terkait dengan isu hoax, SARA dan seterusnya," ungkapnya. 

"Termasuk misalnya bagaimana mobilisasi bantuan sosial yang dilakukan di beberapa tempat," tandas Rifqi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya