Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pesawatnya Jatuh, Saham Jeju Air Amblas 8,4 Persen

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Jeju Air mencapai titik terendah yang pernah tercatat pada perdagangan Senin, 30 Desember 2024.

Hal itu terjadi hanya sehari setelah maskapai penerbangan berbiaya rendah Korea Selatan tersebut mengalami kecelakaan udara paling mematikan yang menewaskan 179 orang.

Dikutip dari Reuters, saham Jeju Air diperdagangkan turun 8,4 persen, setelah jatuh sebanyak 15,7 persen di awal sesi menjadi 6.920 Won, terendah sejak tercatat pada tahun 2015.

Saham AK Holdings, perusahaan induk Jeju Air, turun sebanyak 12 persen dan mencapai titik terendah dalam 16 tahun.

Kecelakaan pada Minggu, 29 Desember 2024 di Bandara Internasional Muan adalah penerbangan fatal pertama bagi Jeju Air. Didirikan pada tahun 2005, perusahaan ini menjadi maskapai penerbangan terbesar ketiga di negara itu berdasarkan jumlah penumpang.

Penjabat Presiden Korea Selatan Choi Sang-mok pada hari Senin memerintahkan pemeriksaan keselamatan darurat terhadap seluruh sistem operasi penerbangan negara itu setelah pekerjaan pemulihan pasca-jatuhnya Jeju Air selesai.

Sementara Jeju tergelincir, saham maskapai berbiaya rendah lainnya, termasuk Air Busan naik lebih dari 15 persen. Sementara Jin Air dan T'way Air turun setelah naik masing-masing sebesar 5,4 persen dan 7,3 persen.

Populer

KPK Kembali Periksa Pramugari Jet Pribadi

Jumat, 28 Februari 2025 | 14:59

Sesuai Perintah Prabowo, KPK Harus Usut Mafia Bawang Putih

Minggu, 02 Maret 2025 | 17:41

Digugat CMNP, Hary Tanoe dan MNC Holding Terancam Bangkrut?

Selasa, 04 Maret 2025 | 01:51

Lolos Seleksi TNI AD Secara Gratis, Puluhan Warga Datangi Kodim Banjarnegara

Minggu, 02 Maret 2025 | 05:18

CMNP Minta Pengadilan Sita Jaminan Harta Hary Tanoe

Selasa, 04 Maret 2025 | 03:55

KPK Terus Didesak Periksa Ganjar Pranowo dan Agun Gunandjar

Jumat, 28 Februari 2025 | 17:13

Bos Sritex Ungkap Permendag 8/2024 Bikin Industri Tekstil Mati

Senin, 03 Maret 2025 | 21:17

UPDATE

Tekuk Fiorentina 2-1, Napoli Tak Biarkan Inter Tenang

Senin, 10 Maret 2025 | 01:21

Polda Jateng Tegas Larang Petasan Sepanjang Ramadan

Senin, 10 Maret 2025 | 00:59

Kluivert Tiba di Jakarta Ditemani Mantan Pemain Man United

Senin, 10 Maret 2025 | 00:41

Cegah Bencana Seperti di Jabotabek, Menteri ATR/BPN Evaluasi Tata Ruang di Jatim

Senin, 10 Maret 2025 | 00:25

Asiang Versus JACCS MPM Finance, Peneliti IPD-LP Yakin Hakim MA Lebih Adil

Minggu, 09 Maret 2025 | 23:58

Beri Bantuan untuk Korban Banjir di Candulan, Okta Kumala Dewi Berharap Ada Solusi Jangka Panjang

Minggu, 09 Maret 2025 | 23:41

PSU Empat Lawang Diikuti Dua Paslon, Pencoblosan pada 19 April 2025

Minggu, 09 Maret 2025 | 23:20

Update Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Wafat, 4 Orang Hilang

Minggu, 09 Maret 2025 | 22:44

Menanti Keberanian Kejagung Bongkar Biang Kerok Korupsi Migas

Minggu, 09 Maret 2025 | 22:30

PTPN IV PalmCo Siapkan 23 Bus untuk Mudik di Sumatera dan Kalimantan

Minggu, 09 Maret 2025 | 22:18

Selengkapnya