Berita

Denny JA di di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Minggu, 29 Desember 2024/Ist

Nusantara

Sambil Nonton Teater

Denny JA Menginspirasi 200 Anak Yatim untuk Senang Membaca

SENIN, 30 DESEMBER 2024 | 01:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pertunjukan teater anak-anak yang dipimpin Jose Rizal Manua, lakon “Haiku” karya Putu Wijaya menjadi suguhan istimewa di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Minggu, 29 Desember 2024. 

Namun, yang paling menarik perhatian bukan hanya panggung, melainkan para penontonnya. Sebanyak 200 anak yatim dari 11 panti asuhan—baik Islam maupun Kristen—duduk rapi di barisan depan. 

Mereka mengenakan kaos seragam berwarna cerah dengan kutipan yang menyentuh hati, tertulis besar di bagian depan: “Aku Cinta Membaca, karena di setiap halamannya, ada petualangan yang menungguku".


Kutipan ini berasal dari Denny JA. Ternyata Denny JA, melalui Denny JA Foundation memfasilitasi kehadiran anak-anak ini untuk menikmati seni teater. Ini sebuah pengalaman yang jarang mereka dapatkan.

“Anak-anak sedini mungkin perlu diajak membaca, menikmati karya seni, termasuk teater yang sesuai dengan usia mereka,” kata Denny JA.

Dalam sambutannya setelah pertunjukan teater, Denny JA berbagi cerita yang menginspirasi.

Ia memulai dengan kisah dua tokoh pemilik makanan yang pasti tak asing di mata anak-anak. Yaitu Kentucky Fried Chicken, dan pendirinya Kolonel Sanders. Juga McDonald dan pengembangnya Ray Kroc.

“Anak-anak yang hebat. Hari ini saya ingin bercerita tentang dua orang luar biasa. Mereka sama seperti kalian pernah mengalami masa kecil yang sulit. Tapi mereka memiliki mimpi besar dan cinta pada membaca,” ungkapnya.

Perjuangan Colonel Sanders yang kehilangan ayah di usia muda dan harus bekerja keras sejak kecil, mencoba berbagai pekerjaan seperti petani dan sopir truk. Meski sering gagal, Sanders akhirnya sukses mendirikan KFC di usia 62 tahun.

Begitu juga dengan Ray Kroc. Ia juga anak yang susah. Ia memulai karir sebagai penjual gelas kertas dan distributor mesin milkshake. Ia baru menemukan kesuksesan besar di usia 52 tahun saat mengembangkan McDonald’s.

“Namun, apa rahasia mereka? “Mereka suka membaca,” ujar Denny.

Melalui kisah ini, Denny menyampaikan tiga pelajaran penting kepada anak-anak bahwa hidup harus punya cita-cita.

“Cita-cita adalah peta dalam hidup. Tanpa peta, kita tidak tahu ke mana harus pergi. Kalau kalian ingin menjadi dokter, penulis, atau apa pun, cita-cita itulah yang akan membuat kalian semangat setiap hari,” bebernya.

“Setiap kegagalan adalah pelajaran. Lihatlah Sanders dan Kroc, mereka gagal berkali-kali tapi tetap bangkit. Sama seperti cerita Tom Sawyer yang selalu mencari jalan keluar dari kesulitan dengan kecerdasan dan keberanian,” jelas dia.

Ia lantas menegaskan bahwa semua kesuksesan diawali dengan senang membaca. Buku adalah jendela ke dunia. 

“Membaca mengajarkan kita untuk bermimpi besar dan memahami kehidupan. Dengan membaca, kita bisa melihat dunia yang luas tanpa harus bepergian,” imbuhnya.

Anak-anak yang hadir malam itu tidak hanya menikmati teater, tetapi juga membawa pulang pelajaran penting.

Denny JA berharap melalui seni dan membaca, mereka dapat menumbuhkan rasa empati dan keberanian untuk bermimpi lebih besar.

“Colonel Sanders dan Ray Kroc baru sukses di usia tua. Tapi kalian punya waktu lebih banyak. Mulai dari sekarang, ayo membaca, bermimpi besar, dan jangan pernah menyerah!” tegasnya.

Melalui inisiatif ini, Denny JA Foundation tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membangun fondasi mimpi bagi anak-anak yatim.

Teater menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan mereka pada dunia yang lebih besar—tempat di mana mimpi, kegigihan, dan cinta membaca dapat mengubah hidup.

“Hidup ini adalah petualangan, dan kalian adalah pahlawan dalam cerita kalian sendiri,” ungkapnya lagi.

Dengan pesan ini, Denny JA mengingatkan kita semua bahwa setiap anak, tak peduli latar belakangnya, berhak memiliki mimpi besar dan kesempatan untuk meraihnya.

Kegiatan itu sendiri mengangkat tema "Wisata Literasi Denny JA Foundation Bersama 200 Anak  Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Taman Ismail Marzuki 29 Desember 2024".

Kegiatan ini dihadiri oleh 200 Anak, 25 Pendamping yang berasal dari 11 Yayasan serta Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), yakni LKSA Sirojul Mubtadiin Al-Fikri, LKSA Uswatun Hasanah, LKSA Ibnu Sina, LKSA Peduli Yasin Abadi, LKSA Nurul Komar, LKSA Pembantu Kesejahteraan Anak Yatim (PKAY), LKSA Taman Fioretti, LKSA Syuhadah Aisyah Humaira, LKSA Kasih Mandiri Bersinar, LKSA Yayasan Pundi Rakyat dan LKSA Yayasan Hajjah Andi Hasmah Noor.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya