Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Arab Saudi Eksekusi Mati 330 Orang Tahun Ini, Jumlah Tertinggi dalam Beberapa Dekade

SABTU, 28 DESEMBER 2024 | 13:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tahanan yang dieksekusi mati di Arab Saudi sepanjang tahun 2024 mencapai 330 orang, jumlah tertinggi dalam beberapa dekade. 

Mengutip laporan Reuters pada Sabtu, 28 Desember 2024, jumlah itu didapatkan berdasarkan pengumuman yang disusun oleh kelompok hak asasi manusia Reprieve. 

"Jumlah eksekusi terbaru yang dilakukan oleh otoritas Saudi telah mencapai 330 orang, peningkatan signifikan dari 172 orang yang dieksekusi tahun lalu dan 196 orang yang dieksekusi pada tahun 2022," ungkap laporan tersebut. 


Terdapat 100 warga negara asing yang dijatuhi hukuman mati yakni dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Sementara lebih dari 150 orang dieksekusi terutama karena kejahatan yang tidak mematikan, terutama terkait dengan dugaan kegiatan penyelundupan narkoba dan tuduhan terorisme yang tidak mematikan.

Kelompok hak asasi manusia bersikeras bahwa eksekusi untuk kejahatan yang tidak mematikan tersebut secara langsung melanggar hukum internasional. 

Seorang kerabat dari seorang warga negara asing yang ditangkap atas tuduhan narkoba, yang mengatakan bahwa dia ditangkap saat memancing di dekat pantai dan tidak memiliki pengacara atau perwakilan di kerajaan tersebut. 

Anggota keluarga terdakwa lainnya juga melaporkan bahwa mereka tidak menerima bukti apa pun yang membuktikan tuduhan terhadapnya, meskipun sidang pengadilan pidananya telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya