Berita

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk/ASLC

Otomotif

Ada PPN 12 Persen serta Opsen Pajak, Bisnis Mobil Bekas Diharapkan Tetap Menjanjikan di 2025

JUMAT, 27 DESEMBER 2024 | 14:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten perdagangan otomotif omnichannel, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), optimistis bahwa peluang bisnis mobil bekas dan gadai di tahun 2025 tetap menjanjikan.

Dalam pernyataannya, Presiden Direktur ASLC Jany Candra menegaskan, bisnis mobil bekas berbeda dengan bisnis mobil baru. Bahkan pasar mobil bekas terus melaju hingga akhir tahun ini sehingga muncul optimis bahwa tahun depan bisa lebih baik lagi. 

"Melihat perkembangan hingga saat ini, kami optimis target ASLC di 2024, yaitu pertumbuhan kinerja double digit akan bisa dicapai," kata Jany Candra,  dalam keterangan yang dikutip Jumat 27 Desember 2024. 


"Kami bahkan melihat bahwa industri mobil bekas masih akan tetap menjanjikan di tahun 2025," tambahnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa pada sembilan bulan pertama tahun 2024, ASLC berhasil melelang sekitar 92.000 unit kendaraan bekas, yang terdiri dari kendaraan roda empat (4W) dan roda dua (2W). 

Sementara itu, melalui bisnis ritel Caroline.id, telah tercapai penjualan hampir 2.438 unit. Pencapaian ini didorong oleh meningkatnya pasokan mobil tarikan leasing untuk lelang, ekspansi Caroline dan efisiensi operasional.

Namun begitu, ia tak menampik bahwa sejumlah tantangan harus mereka hadapi seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Opsen Pajak (pungutan daerah tambahan pada pajak kendaraan bermotor) dan lainnya. 

Pemerintah menetapkan kenaikan PPN 12 persen mulai 1 Januari 2025. dan juga diberlakukan opsen pajak untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Hal tersebut akan membuat harga kendaraan bermotor menjadi lebih tinggi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya