Berita

Anggota Kompolnas Muhammad Choirul Anam/Ist

Hukum

Kompolnas Ajak WN Malaysia Lapor Desk Pengaduan Kasus DWP

RABU, 25 DESEMBER 2024 | 02:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebut bahwa Polri membuka desk pengaduan terkait kasus dugaan pemerasan terhadap warga Malaysia oleh oknum polisi dalam gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP), di Atase Polri KBRI Malaysia.

“Jadi, korban yang kemarin nonton itu datang ke Indonesia, kalau mau melaporkan, disediakan desk di Malaysia. Menurut kami, ini langkah yang sangat progresif,” kata anggota Kompolnas Muhammad Choirul Anam di Gedung Mabes Polri, Selasa 24 Desember 2024.

Choirul Anam mengimbau bagi warga Malaysia yang merasa menjadi korban dalam kasus DWP ini agar segera melapor kepada desk tersebut.


Menurut Choirul Anam, desk khusus tersebut dirancang untuk memfasilitasi korban dalam menyampaikan laporan, sekaligus memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. 

"Inovasi ini juga mencerminkan kolaborasi erat antara Polri dan institusi internasional dalam menangani kasus lintas negara," kata Choirul Anam.

Kompolnas menilai bahwa pendekatan kooperatif ini tidak hanya memperkuat integritas Polri, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Polri serius dalam menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel. 

Langkah ini, kata Choirul Anam, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang penegakan hukum.

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengatakan, jumlah warga negara (WN) Malaysia yang diduga menjadi korban pemerasan tercatat sebanyak 45 orang. 

Dugaan pemerasan terjadi saat mereka menonton gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya