Berita

Ilustrasi Rupiah/Ist

Bisnis

Prabowo Dikabarkan Demam, Rupiah Gagal Menguat Tajam

SELASA, 24 DESEMBER 2024 | 03:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Upaya mengikis pelemahan terkesan masih berlanjut pada nilai tukar Rupiah. Pada sesi perdagangan menjelang masa libur Nataru alias Natal dan Tahun Baru, Rupiah terpantau mampu menjejak zona penguatan secara konsisten di sepanjang sesi. 

Sementara sentimen global yang mengiringi masih cenderung minim, gerak balik menguat Rupiah terkesan sekedar mengikuti potensi teknikal nya usai mengalami rangkaian pelemahan tajam.

Laporan dari pasar global menunjukkan, rilis data inflasi AS terkini yang dijadikan pijakan pelaku pasar global untuk menghentikan lonjakan Indeks Dolar AS. Gerak balik penguatan mata uang utama dunia akhirnya terjadi secara seragam pada sesi perdagangan penutupan pekan lalu. Dan penguatan tersebut terlihat mencoba dilanjutkan pada sesi awal pekan ini di Asia.


Gerak balik melonjaknya Euro, Poundsterling, Dolar Australia dan Dolar Kanada akhirnya berdampak positif pada mata uang Asia. 

Pantauan menunjukkan, kecenderungan menguat di rentang terbatas terjadi di hampir seluruh mata uang Asia dalam menjalani sesi perdagangan awal pekan ini, Senin 23 Desember 2024. Akibatnya, nilai tukar Rupiah mendapat kan bekal berharga untuk melanjutkan gerak menguat nya meski dalam taraf yang cenderung terbatas.

Pantauan  dari jalannya sesi perdagangan memperlihatkan, kinerja Rupiah yang konsisten menjejak zona penguatan di sepanjang hari ini. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah masih bertengger di kisaran Rp16.170 per Dolar AS atau menguat moderat 0,12 persen. Rupiah terkesan mencoba membukukan penguatan tajam dalam mengawali sesi pagi, namun justru terkikis menjelang sesi siang hari.

Laporan lebih jauh menyebutkan, jalannya sesi perdagangan kali ini yang diwarnai dengan kabar dari gagalnya pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Kabar yang beredar menyebutkan, gagalnya pertemuan tersebut akibat Presiden Prabowo terserang demam sebagaimana disampaikan PM Anwar Ibrahim namun kabar tersebut masih belum mendapatkan konfirmasi dari Istana.

Sentimen domestik lain juga menjadi sorotan terkait rencana kenaikan pajak atau PPN 12 persen yang mulai berlaku tahun 2025. Sejumlah pihak melancarkan kritik serius atas kebijakan kenaikan PPN tersebut di tengah situasi perekonomian yang masih menantang.

Sementara pantauan pada pasar Asia menunjukkan, gerak bervariasi pada mata uang Asia namun konsisten di rentang moderat. Peso Filipina tercatat menjadi mata uang Asia dengan penguatan tertajam setelah melonjak 0,48 persen, sementara Baht Thailand menjadi mata uang Asia terlemah setelah sempat merosot hingga kisaran 0,4 persen. 

Sedangkan Rupee India kembali bergulat di zona pelemahan, usai mencetak titik terlemahnya sepanjang sejarah pada sesi pekan lalu. Mata uang negeri Bollywood itu terkesan masih rentan untuk mencetak titik terlemah barunya dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya