Berita

Ilustrasi/Jernih dotco

Bisnis

PLN Berikan Diskon 50 Persen untuk Pelanggan, Ini Batas Maksimalnya

Laporan: Chiesa Arin Selomita
SENIN, 23 DESEMBER 2024 | 12:52 WIB

Pemerintah melalui PT PLN (Persero) memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan dengan daya 2.200 volt ampere (VA) ke bawah selama Januari hingga Februari 2025.

"Dengan dukungan digitalisasi pelanggan yang kami lakukan, secara otomatis pelanggan dengan kategori tersebut mendapatkan potongan pada periode Januari hingga Februari 2025," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin 23 Desember 2024. 

Darmawan menambahkan, dengan teknologi digitalisasi tersebut, pelanggan langsung menikmati potongan tarif secara otomatis tanpa perlu mendaftar atau melakukan proses tambahan.


Diskon ini berlaku untuk pelanggan pascabayar yang akan otomatis mengurangi tagihan listrik pada periode tersebut. Sementara pelanggan prabayar dapat menikmati diskon saat membeli token listrik. 

Kendati demikian, PLN menetapkan batas maksimal pembelian token berdasarkan besaran daya listrik untuk menghindari penimbunan selama program berlangsung.

Batas maksimal diskon dihitung berdasarkan 720 jam nyala per bulan sesuai dengan golongan tarif. 

Berikut rincian batasan maksimal beli token listrik diskon 50 persennya :

1. Tarif 450 VA maksimal 720 jam atau setara 324 kWh
Tarif listrik Rp415 per kWH x 324 kWH = Rp134.460. Artinya, diskon maksimal Rp67 ribu per bulan

2. Tarif 900 VA maksimal 720 jam atau setara 648 kWh
Tarif listrik Rp1.352 per kWh x 648 kWh = Rp876.096. Artinya, diskon maksimal Rp438 ribu per bulan

3. Tarif 1.300 VA maksimal 720 jam atau setara 936 kWh
Tarif listrik Rp1.444,70 per kWh x 936 kWh = Rp1,35 juta. Artinya, diskon maksimal Rp676 ribu per bulan

4. Tarif 2.200 VA maksimal 720 jam atau 1.584 kWh
Tarif listrik Rp1.444,70 per kWh x 1.584 kWh = Rp2,28 juta. Artinya, diskon maksimal Rp1,14 juta per bulan

Diketahui, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi di tengah kondisi global yang dinamis. Selain memberikan subsidi listrik, program ini juga mendukung langkah strategis dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya