Berita

Ilustrasi/Net

Politik

PDIP Harus Bertanggung Jawab soal Kenaikan PPN 12 Persen

MINGGU, 22 DESEMBER 2024 | 10:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PDIP disebut-sebut sebagai biang kerok kebijakan menaikkan PPN menjadi 12 persen yang membuat gaduh rakyat Indonesia. Pasalnya, kebijakan itu disepakati oleh anggota Fraksi PDIP yang menjadi mayoritas di parlemen.

Komandan Tim Kolaborasi Nasional (TKN) Fanta, M. Arief Rosyid Hasan meminta PDIP ikut bertanggung jawab terkait diterbitkannya UU No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) secara politis.

Menurutnya, sikap itu harus ditampilkan PDIP, agar posisi banteng saat ini tidak rancu di tengah masyarakat apakah akan menjadi bagian dari koalisi atau oposisi pemerintah. 


“Jadinya rancu, bersikap oposisi, memengaruhi masyarakat luas untuk menentang, tapi PDIP sendiri kan yang memulai,” kata Arief Rosyid kepada wartawan, Minggu, 22 Desember 2024.

Menurutnya, PDIP harus menegaskan tentang posisinya pada kebijakan PPN 12 persen ini.

“Sekarang, PDIP pun harus ikut memikirkan dan bertanggung jawab. Kalau memang sikapnya tegas bahwa pajak harus naik, silakan saja, tapi di ujung jangan malah abu-abu,” tutupnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya