Berita

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banten/Istimewa

Publika

Manajemen Komunikasi Tagana Banten dalam Bencana Sukabumi

MINGGU, 22 DESEMBER 2024 | 07:12 WIB

BENCANA banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Sukabumi menjadi perhatian banyak pihak karena mengakibatkan kerugian, infrastruktur menjadi lumpuh, bahkan mengakibatkan korban jiwa. 

Banyak pihak merasa terpanggil untuk menanggulangi dampak dari bencana tersebut agar korban kembali pulih dan beraktivitas normal. Bencana alam adalah bagian tidak terpisahkan dari ujian yang jadi kewajiban membantu bagi pihak yang mampu untuk membantu.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banten sebagai bagian dari relawan sosial yang berdiri pada 2004 pun tidak bisa berdiam diri. Tagana yang berasal dari masyarakat dan memiliki kepedulian harus berperan aktif dalam penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial.


Peran Tagana Banten dalam bencana di Sukabumi saat ini mengambil peran pascabencana dengan memberikan bantuan bersifat pemulihan korban agar kembali bisa hidup normal. Tentu saja tetap berkoordinasi dengan lembaga penanggulangan bencana lainnya.

Peran Tagana Banten dalam hal ini sangat tergantung pada manajemen komunikasi pada seluruh anggota yang tersebar di Kabupaten dan Kota. Komunikasi efektif bisa dilakukan dengan melihat fungsi organisasi di daerah.

Manajemen komunikasi yang dimaksudkan adalah menjalin komunikasi efektif dengan Tagana di Kabupaten dan Kota yang ada di seluruh Banten. Mengingat keanggotaan Tagana diperankan secara efektif oleh Tagana Kabupaten dan Kota.

Hal tersebut lebih menempatkan Tagana Banten sebagai koordinator yang mendorong peran aktif anggota yang tersebar di Kabupaten dan Kota yang pada gilirannya akan melahirkan peran aktif dan produktif.

Posisi sebagai koordinator pada gilirannya akan memberikan ruang lapang bagi anggota untuk melakukan kerja penanggulangan bencana yang terukur dan terencana.

Tagana Banten bisa mengambil peran dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dengan memberdayakan anggota dan sumber daya organisasi lainnya di tiap Kabupaten dan Kota.

Untuk kemudian bisa memberikan stimulan pada anggota agar mencapai tujuan penanggulangan bencana. Peran tersebut lebih menjadikan Tagana Banten akan leluasa untuk bergerak dalam wilayah perencanaan dan evaluasi di lapangan. 

Adapun stimulan tersebut bisa mencakup identifikasi wilayah yang rentan terhadap bencana alam dengan intensitas dan frekuensi yang berbeda, dan penerapan langkah-langkah perlindungan. Langkah-langkah tersebut dapat bersifat struktural dan non-struktural, yang ditujukan untuk mengurangi paparan dan atau kerentanan terhadap bencana tersebut. 

Langkah-langkah struktural mencakup konstruksi fisik dan teknik rekayasa seperti pekerjaan pertahanan banjir (misalnya bendungan atau tanggul) atau area penyimpanan banjir sementara. 

Sementara kegiatan non-struktural mencakup kebijakan dan undang-undang, peningkatan kesadaran publik, pelatihan dan pendidikan serta perencanaan perkotaan dan pengelolaan lahan. 

Misalnya, langkah-langkah tersebut mencakup langkah-langkah yang membatasi pembangunan di wilayah rawan banjir dan mendorong praktik penggunaan dan pengelolaan lahan yang peka terhadap risiko banjir dan kekeringan.  

Kesiapsiagaan bertujuan untuk membangun kapasitas pemerintah, organisasi tanggap darurat dan pemulihan, masyarakat, dan individu untuk mengelola keadaan darurat secara efisien. 

Kesiapsiagaan juga mencakup antisipasi dan pengenalan bahaya yang akan terjadi secara efektif (misalnya sistem peringatan dini), penimbunan peralatan dan perlengkapan, pengembangan pengaturan untuk koordinasi, evakuasi, informasi publik, pelatihan dan latihan lapangan, serta kegiatan seperti perencanaan kontinjensi. 

Perencanaan kontinjensi berarti mengembangkan strategi, pengaturan, dan prosedur untuk menangani kebutuhan kemanusiaan bagi mereka yang terkena dampak buruk oleh krisis potensial sebelum krisis itu terjadi. 

Proses perencanaan kontinjensi yang aktif memungkinkan individu, tim, organisasi, dan masyarakat untuk membangun hubungan kerja yang dapat membuat perbedaan penting saat menghadapi krisis. 

Dengan bekerja sama dalam proses perencanaan kontinjensi, para pelaku mengembangkan pemahaman bersama tentang masalah, kapasitas, tujuan, dan persyaratan organisasi masing-masing. 

Alahsil, pandangan menempatkan Tagana Banten sebagai koordinator dalam penanggulangan bencana akan melahirkan aksi produktif di lapangan karena menempatkan anggota dalam posisinya yang ideal.

Afif Musthafa
Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi UMJ.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya