Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Nippon Steel dan Sojitz Beli 49 Persen Saham Tambang Bijih Besi Kanada

SABTU, 21 DESEMBER 2024 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua perusahaan besar Jepang, Nippon Steel dan Sojitz, akan membeli 49 persen saham di tambang bijih besi di Kanada.

Keduanya mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan perusahaan tambang Kanada, Champion Iron, untuk mengembangkan Proyek Bijih Besi Kamistiatusset. Mereka akan menjalankan proyek ini melalui usaha patungan.

Menurut laporan dari Nikkei Asia yang dikutip Sabtu 21 Desember 2024, Champion Iron akan memiliki 51 persen saham di usaha patungan ini, sedangkan Nippon Steel akan memiliki 30 persen dan Sojitz 19 persen.


Usaha patungan ini dijadwalkan akan didirikan pada bulan Juni mendatang. Nippon Steel akan membeli sahamnya dengan harga sekitar 150 juta Dolar Kanada (sekitar Rp1,7 triliun), sedangkan Sojitz akan membayar sekitar 10 miliar Yen (sekitar Rp1 triliun).

Proyek Kamistiatusset berada di provinsi paling timur Kanada, Newfoundland and Labrador. Kandungan besi di bijih tambang ini diperkirakan lebih dari 67,5 persen.

Pengembangan tambang Kamistiatusset akan berlangsung selama empat tahun setelah studi kelayakan selama dua tahun. Proyek ini diharapkan mulai memproduksi bijih besi sekitar akhir dekade ini.

Setelah studi kelayakan selesai, Nippon Steel akan mengalokasikan sekitar 130 miliar Yen untuk biaya pengembangan, sementara Sojitz akan menyumbang sekitar 80 miliar Yen.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya