Berita

Presiden RI, Prabowo Subianto di sesi khusus KTT D8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, pada Kamis, 19 Desember 2024/Ist

Dunia

Tidak Cuma Kritik, Prabowo Perlu Prakarsai Program Internasional Hapus Islamophobia

JUMAT, 20 DESEMBER 2024 | 19:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kritikan tegas Presiden RI, Prabowo terhadap dunia internasional dan perpecahan umat Muslim dunia alangkah baiknya ditindak lanjuti dengan serangkaian langkah konkrit dan solutif. 

Pandangan itu disampaikan oleh Dosen hubungan internasional di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan President University, Teuku Rezasyah kepada RMOL pada Jumat, 20 Desember 2024. 

Menurut Reza, hak-hak Muslim yang kerap dikesampingkan bersumber dari tingginya Islamofobia dikalangan banyak negara maju dan masyarakat mereka. 


"Dalam pandangan sebagai besar kalangan mereka, Islam dekat dengan kekerasan, ekstremisme, dan kurang profesional.  Sehingga  patut diwaspadai sebelum dilibatkan dalam berbagai kerjasama di dalam dan luar negeri," papar Reza. 

Selain itu, dikatakan Reza, warga Muslim sendiri kerap menghadapi diskriminasi saat ingin bekerja,  berkunjung, dan bersekolah ke negara maju, karena nama dan identitas kelembagaaan mereka yang bernuansa Islam.

Reza mengapresiasi sikap tegas Prabowo dalam pidatonya pada sesi khusus KTT D8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, pada Kamis, 19 Desember 2024. 

Namun menurutnya, alahkah baiknya jika Prabowo menindaklanjuti kritikan tersebut dengan memprakarsai berbagai program Internasional, baik internal maupun eksternal D8. 

Langkah ini diambil guna menjembatani dialog dan kerjasama secara berkelanjutan guna mengikis Islamophobia.

"Hendaknya kritik Presiden Prabowo tersebut hendaknya tidak berhenti disitu saja. Indonesia pelu memprakarsai berbagai program Internasional, baik internal maupun eksternal D8," kata Reza. 

Kebijakan lain yang bisa diambil menurut Reza yakni melanjutkan program yang telah direkomendasikan oleh Bali Democracy Forum (BDF). 

Khusus di lingkungan D8, Reza mendorong agar upaya tersebut dimulai dengan meningkatkan kualitas pembangunan nasional masing-masing, seperti Bebas KKN, dan Meritokrasi, sehingga menghasilkan masyarakat yang semakin berkualitas tinggi dan juga Islami.

"Selanjutnya, memperbanyak pertukaran informasi pembangunan dikalangan D8, sehingga menjadikan D8 sebagai lokomotif peradaban Islam yang Rakhmatan Lil'Alameen," paparnya. 

Di forum D8, Prabowo menyampaikan kritik terhadap dunia internasional yang dinilai tidak menghormati suara negara-negara Muslim. Bahkan, menurutnya isu hak asasi manusia sering kali tidak berlaku bagi umat Muslim.

“Hak asasi manusia bukan untuk orang Muslim. Ini kenyataannya, sangat menyedihkan," ujarnya, seperti dimuat dalam keterangan yang dirilis Biro Pers Sekretariat Presiden RI. 

Untuk itu, Presiden mendorong agar anggota D8 meningkatkan  persatuan, kerja sama yang erat, dan kesadaran akan situasi global yang dihadapi umat Muslim. Langkah tersebut merupakan cara terbaik demi kemajuan negara-negara Muslim di masa depan. 
 
"Mari kita kerjakan apa yang kita bisa, tapi tetap lihat realitanya dan jujur dengan diri kita sendiri," tegas Prabowo.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya