Berita

Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat bertemu Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha di Jeddah, Arab Saudi/Ist

Dunia

Bertemu Sekjen OKI, Pimpinan MPR Bahas Komitmen Indonesia pada Palestina

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 19:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Apresiasi diberikan Pimpinan MPR RI kepada Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) karena telah berperan penting dalam kontribusi meningkatkan hubungan kerjasama antar negara-negara Islam.

Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat bertemu Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha di Jeddah, Arab Saudi pada Rabu malam 18 Desember 2024.

Dalam pertemuan itu, Ahmad Muzani didampingi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Edhie Baskoro Yudhoyono, Eddy Soeparno, dan Abchandra Muhammad Akbar.


“Alhamdulillah hari ini kami diterima dengan sangat baik, kami berdiskusi beberapa hal, salah satunya mendorong komitmen OKI dalam mengawal kerjasama negara-negara Islam dan penyelesaian konflik Palestina,” kata Muzani dalam keterangannya, Kamis 19 Desember 2024.

Muzani mengatakan, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam mendukung kemerdekaan negara Palestina. Hal ini sesuai dengan pembukaan UUD 1945 bahwa Indonesia harus berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

“Ada tiga hal yang ingin saya tekankan terkait isu Palestina. Pertama mendorong perwujudan gencatan senjata di Gaza," katanya.

"Kedua, menjaga solusi dua negara (two-state solutions). Dan yang ketiga, kita tidak boleh membiarkan krisis dan konflik di kawasan lebih meluas,” imbuhnya.

Itu sebabnya, Muzani mendorong OKI agar memainkan peran lebih aktif dalam mempromosikan perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan bagi negara-negara Islam dan anggotanya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara demokratis yang penuh keberagaman bisa dijadikan role model dalam promosi perdamaian yang dilakukan OKI dan organisasi lainnya ke depan.

“Kami mendorong fokus ini karena perannya (OKI) yang sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kemajuan,” pungkas Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya