Berita

Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron/RMOL

Politik

Legislator Demokrat Ungkap Ada Dirut BUMN Arogan

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 18:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron menyampaikan kritik keras terhadap salah satu Direktur Utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Anggota DPR Fraksi Demokrat ini menyebut ada Dirut dari salah BUMN yang dinilai arogan, otoriter, dan tidak profesional dalam memimpin perusahaan negara.

Menurut Herman, Dirut tersebut dikenal pintar berbicara dan melobi, namun kerap mengklaim hasil kerja koleganya sebagai pencapaiannya sendiri. 


Lebih dari itu, ia menuding bahwa suasana kerja di perusahaan tersebut menjadi tidak harmonis akibat perilaku kasar terhadap rekan kerja dan bawahan, termasuk memerintahkan hukuman fisik seperti push-up.

"Sudah bukan zamannya, bro," tegas Herman seperti dikutip redaksi melalui akun X miliknya, Kamis 19 Desember 2024.

Herman juga mengungkapkan bahwa Dirut tersebut semakin berambisi memperluas kekuasaan dengan mengganti jajaran operasional seenaknya.

Lalu mengabaikan para direkturnya, serta diduga mulai mengusulkan orang-orang kepercayaannya untuk menduduki posisi penting ke depan.

"Ini perusahaan negara, bukan perusahaan nenek moyangmu bro," sambung Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat itu.

Pernyataan ini menjadi perhatian publik, mengingat Komisi VI DPR memiliki kewenangan dalam mengawasi kinerja BUMN. Hingga berita ini diturunkan, Herman belum menyebutkan nama Dirut BUMN yang dimaksud.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya