Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Bitcoin Makin Cetar, Merek Mewah dan Pengecer Kelas Atas Mulai Terima Pembayaran Kripto

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 14:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kenaikan harga Bitcoin yang semakin melonjak telah menarik perhatian merek-merek fesyen dan pengecer kelas atas, mendorong mereka untuk mempertahankan penggunaan mata uang kripto sebagai metode pembayaran.

Hingga saat ini, hanya sejumlah merek mewah seperti LVMH, pembuat jam tangan Hublot dan Tag Heuer, serta merek fesyen Gucci dan Balenciaga yang telah bereksperimen dengan penawaran pembayaran kripto.

Dalam beberapa minggu terakhir, department store mewah Prancis, Printemps, menjadi yang pertama di Eropa bekerja sama dengan bursa kripto terbesar di dunia, Binance, dan perusahaan teknologi keuangan Prancis, Lyzi, untuk menerima mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum di toko-tokonya di Prancis. 


Langkah ini, yang bertepatan dengan lonjakan nilai Bitcoin, menarik perhatian merek dan pengecer lain yang kini menunjukkan minat untuk bergabung.

"Ada cukup banyak panggilan - ini menghasilkan minat," kata David Princay, presiden Binance Prancis, seperti dikutip dari Reuters, Kamis 19 Desember 224.

Ia mengatakan perusahaan sedang berunding dengan label mewah lainnya.

Pembuat korek api dan pena mewah ST Dupont mengatakan bahwa pihaknya bermaksud menerima pembayaran mata uang kripto di dua toko di Paris sebelum liburan.

Perusahaan pelayaran Virgin Voyages bulan ini mulai menawarkan produk pertama mereka yang menerima Bitcoin sebagai opsi pembayaran, yaitu tiket tahunan senilai 120.000 Dolar AS untuk pelayaran selama satu tahun di kapal pesiar mereka.

Regulator telah lama memperingatkan bahwa mata uang kripto seperti Bitcoin berisiko tinggi dan masih memiliki penggunaan terbatas di dunia nyata. Selain itu, volatilitas harga yang sangat tinggi menjadi hambatan utama untuk adopsi luas sebagai alat pembayaran.

Namun, janji dukungan dari Presiden terpilih AS, Donald Trump, yang diharapkan akan memberlakukan regulasi lebih ramah terhadap mata uang kripto, telah menyebabkan harga Bitcoin melonjak mencapai rekor baru.

Analis S&P mencatat bahwa pandangan terhadap mata uang kripto mulai berubah, dengan memperhatikan bahwa inovasi teknologi blockchain di pasar keuangan dapat membantu meningkatkan kestabilan dan prediktabilitas harga mata uang kripto.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya