Berita

Presiden RI, Prabowo Subianto dan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi di Al Ittihadiya, Kairo, pada Rabu, 18 Desember 2024/ Biro Pers Sekretariat Presiden

Dunia

Prabowo dan El-Sisi Kutuk Agresi Militer Israel di Golan, Dorong Cara-cara Damai

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 12:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Baik Mesir maupun Indonesia telah sepakat mendorong penyelesaikan konflik yang berkelanjutan dan damai di Suriah. 

Sikap tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama setelah pertemuan bilateral antara Presiden RI, Prabowo Subianto dan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-sisi, di Istana Al Ittihadiya, Kairo, pada Rabu, 18 Desember 2024. 

Kedua pemimpin ingin agar resolusi PBB nomor 2254 segera diimplementasikan sebagai satu-satunya cara menjamin kepentingan rakyat Suriah dan kedaulatan wilayahnya setelah penggulingan Presiden Bashar Al-Assad. 


"Kedua Presiden sepakat bahwa satu-satunya solusi yang berkelanjutan bagi Suriah adalah melalui proses politik yang inklusif, damai, dan demokratis, sesuai dengan UNSCR 2254 yang memprioritaskan aspirasi dan kepentingan rakyat Suriah serta memastikan kedaulatan dan integritas teritorialnya," bunyi pernyataan tersebut, seperti dirilis laman Kementerian Luar Negeri RI pada Kamis, 19 Desember 2024.

Mereka juga mengutuk perluasan aktivitas militer pendudukan Israel di perbatasan Suriah, khususnya di Dataran Tinggi Golan yang semakin signifikan sejak pengambilailan Damaskus oleh kelompok oposisi bersenjata. 

Menurut keduanya, penyerbuaan pasukan Israel di Zona Penyangga Suriah jelas melanggar Perjanjian Pemisahan 1974 dan berbagai resolusi PBB. Oleh karenanya Tel Aviv harus segera menarik diri dari Golan. 

"Kedua pemimpin mengutuk upaya apapun yang merongrong kedaulatan dan integritas teritorial Suriah, terutama agresi yang dilakukan oleh Israel di Dataran Tinggi Golan yang merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Pemisahan 1974 dan berbagai resolusi PBB, serta mendesak Israel agar mengakhiri pendudukannya atas Dataran Tinggi Golan," tegas Prabowo dan El-Sisi.

Setelah pasukan pemberontak menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Minggu, 8 Desember 2024, pasukan militer Israel langsung bergerak mencaplok wilayah Suriah dengan menguasai Dataran Tinggi Golan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan Israel untuk merebut zona penyangga di Dataran Tinggi Golan yang didirikan berdasarkan perjanjian gencatan senjata Israel-Suriah pada 1974.

Netanyahu berdalih bahwa perjanjian yang telah berlangsung 50 tahun itu telah selesai dengan tentara Suriah sehingga mengharuskan pengambilalihan oleh Israel.

Israel sebelumnya telah menduduki sebagian wilayah Dataran Tinggi Golan yang subur setelah perang 1967. Komunitas Internasional menilai pendudukan itu ilegal, kecuali Amerika Serikat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya