Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Pasar Minyak Optimis Berkat Kebijakan The Fed

KAMIS, 19 DESEMBER 2024 | 11:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) dan keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga mendorong kenaikan harga minyak pada Rabu, 18 Desember 2024, waktu setempat.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik sebesar 20 sen atau 0,27 persen menjadi 73,39 Dolar AS per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 50 sen atau 0,71 persen menjadi 70,58 Dolar AS per barel.

Meski demikian, kedua harga acuan minyak mentah ini sempat mengalami kenaikan lebih dari 1 Dolar AS per barel pada puncak sesi perdagangan.


Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu mengatakan bahwa, stok minyak mentah dan persediaan bahan bakar sulingan di Amerika Serikat turun, sementara persediaan bensin naik dalam pekan yang berakhir pada 13 Desember.

Total produk minyak yang dipasok, yang merupakan indikator permintaan, mencapai 20,8 juta barel per hari, naik 662.000 barel per hari dibandingkan minggu sebelumnya. 

"Pasar tampaknya telah berubah dari semua hal negatif yang kita lihat beberapa minggu lalu karena ada lebih banyak optimisme tentang permintaan," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Keputusan The Fed memangkas suku bunga dan memberi sinyal ikut memperlambat laju penurunan biaya pinjaman lebih lanjut. Hal ini disebabkan oleh tingkat pengangguran yang relatif stabil dan sedikit perbaikan dalam inflasi. 

Para bankir sentral AS memperkirakan mereka hanya akan melakukan dua kali penurunan suku bunga seperempat poin persentase pada akhir tahun 2025.

"Investor minyak sudah mengantisipasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin yang diumumkan pada hari Rabu," kata analis StoneX, Alex Hodes, dalam sebuah catatan. 

Mereka juga lebih optimis menunggu prospek pemangkasan suku bunga mendatang dari The Fed. Suku bunga yang lebih rendah menurunkan biaya pinjaman, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya