Berita

Jenderal Igor Kirillov/Net

Dunia

Jenderal Pelindung Nuklir dan Kimia Rusia Tewas dalam Serangan Bom Moskow

RABU, 18 DESEMBER 2024 | 11:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pejabat pasukan perlindungan senjata nuklir dan kimia Rusia, Jenderal Igor Kirillov dilaporkan tewas bersama ajudannya dalam ledakan bom tanah di Moskow pada Selasa waktu setempat, 17 Desember 2024. 

Komite Investigasi Rusia mengatakan bahwa alat peledak itu telah ditanam di sekuter depan pintu masuk kompleks perumahan. 

"Jenderal Igor Kirillov tewas bersama seorang ajudannya setelah alat peledak yang ditanam di skuter meledak pada Selasa pagi di dekat pintu masuk sebuah gedung perumahan," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat Reuters. 


Seorang pejabat dinas keamanan Ukraina, yang dikenal sebagai SBU, mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. 

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim menyebut pembunuhan terhadap Kirillov sah dilakukan karena dia telah banyak mendukung perang Rusia di Ukraina. 

"SBU menganggap Jenderal Kirillov sebagai target yang sah," ungkap sumber tersebut. 

Sehari sebelum pembunuhannya, SBU telah mendakwa Jenderal Kirillov secara in absentia, dengan mengatakan bahwa ia bertanggung jawab atas penggunaan senjata kimia terlarang secara besar-besaran di Ukraina.

Divisi yang diawasinya melaksanakan tugas-tugas khusus, termasuk melindungi pasukan Rusia saat senjata kimia dan nuklir digunakan.

Menurut biografi yang diterbitkan oleh RIA Novosti, Jenderal Kirillov adalah kepala pasukan pertahanan radioaktif, kimia, dan biologi Rusia. Ia membantu mengembangkan peluncur roket termobarik, TOS-2. 

Kirillov juga merupakan pemain dalam kampanye propaganda Rusia terhadap Ukraina dan Barat, sering kali menyampaikan klaim yang tidak berdasar kepada media berita. 

Misalnya, pada tahun 2023, ia mengatakan bahwa AS berencana menggunakan pesawat nirawak yang dirancang untuk menyebarkan nyamuk yang terinfeksi. 

Kirillov pernah mengklaim bahwa pasukan Rusia telah menemukan laboratorium produksi senjata kimia di dekat Avdiivka, kota Ukraina yang direbut pasukan Moskow pada bulan Februari.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya