Berita

Penulis muda Amelia Fitriani (kedua dari kiri) dalam acara Festival Puisi Esai Jakarta II di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat/Istimewa

Nusantara

Denny JA: AI Mempercepat Proses Kreatif dalam Menulis Puisi Esai

RABU, 18 DESEMBER 2024 | 02:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penulisan puisi esai sangat membantu. Karena AI dapat mempercepat proses kreatif. 

Hal itu ditegaskan penggagas genre puisi esai, Denny JA, di sela-sela Festival Puisi Esai Jakarta II, pada 13-14 Desember 2024, di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat. 

Denny JA mencontohkan, seorang penulis puisi esai dapat menggunakan AI untuk menyusun draf cepat, di mana kemudian draf itu diperhalus secara manual.


Karena pentingnya isu ini, topik “Puisi Esai dan Artificial Intelligence” juga dibahas dalam dialog yang diadakan di Festival Puisi Esai Jakarta II. Dialog ini menghadirkan para narasumber Amelia Fitriani, Irsyad Mohamad, dan Gunawan Trihantoro, dengan moderator Milastri Muzakkar.

Dalam diskusi itu, penulis muda Amelia Fitriani sepakat dengan Denny JA tentang pentingnya menggunakan AI dalam menulis puisi esai. 

“AI menjadi alat bantu baru untuk menjelajah lebih dalam kreativitas,” ucap Amelia, Selasa, 17 Desember 2024.

“Perkembangan AI mustahil dilawan, maka beradaptasi untuk bisa memanfaatkannya adalah pilihan yang logis. Batasan yang bisa ditembus dari AI adalah kreativitas,” imbuhnya.

Menurut Amelia, AI membawa transformasi cara berpikir. AI mengubah cara manusia mengakses dan memproses informasi. 

“AI mengubah pendekatan dalam pemecahan masalah dari linear menjadi lebih kompleks,” tuturnya. “Batasan yang perlu dijaga dari AI adalah norma dan etika. Bermain di antara ranah tersebut menjadi seni tersendiri.” 

Sedangkan penulis puisi esai Irsyad Mohammad menyatakan, para penulis perlu lebih dulu mengetahui fungsi AI atau kecerdasan buatan. 

“Bila tidak mengetahui, akan menganggap AI sebagai ancaman,” sebutnya.

Menurut Irsyad, AI memiliki kelemahan sekaligus kekuatan yang terletak pada prompt-nya.

“Kita bisa beri AI perintah di awal, hanya untuk memastikan tahu sebanyak apa AI itu? Kadang kita tahu lebih detail daripada AI. Prompt adalah kunci bagi siapa pun yang ingin berkarya dengan AI,” ucapnya.

“Salah satu cara memperkuat prompt-nya adalah AI assistant terlebih dahulu diberikan data. Misalkan, ketika kita ingin membuat suatu tema, hendaknya AI disuplai data dulu, lalu beri perintah suruh ia baca,” kata Irsyad menjelaskan.

Sementara itu, Gunawan Trihantono yang bergiat memajukan literasi di pedesaan menyatakan, puisi esai dan sastra pada umumnya mengubah paradigma desa menjadi lebih maju. Gunawan mengaku memiliki pesantren binaan di desa. 

Bagi Gunawan, penggunaan AI dalam penulisan puisi esai adalah kolaborasi AI dan manusia. 

“Ini simbiosis unik antara teknologi dan kreativitas manusia. AI memproses data, manusia menambahkan sentuhan emosional,” jelasnya.

Penulis moderasi beragama dalam puisi esai ini mengumumkan pada peserta diskusi, ia akan meluncurkan buku puisi esai pada 15 Januari mendatang.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya