Berita

Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di Jakarta Utara/Net

Publika

Ditinggal Jokowi, PIK 2 Dihajar Massa

Oleh:Tony Rosyid*
SELASA, 17 DESEMBER 2024 | 09:10 WIB

JOKOWI lengser. Berhenti secara konstitusional. Masa baktinya habis. Kini Jokowi tidak lagi jadi presiden. 

Sejumlah orang Jokowi dititipkan jadi menterinya Prabowo Subianto. Sebagiannya mengisi jabatan yang lain. 

Rumornya, kepada mereka dititipkan tiga hal. Pertama, jaga IKN. Kedua, jaga PIK 2. Ketiga, jaga anaknya, Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden. Tersurat atau tersirat, tiga pesan ini melekat. Tidak bisa diabaikan.


Tapi, para pejabat yang dititipkan oleh Jokowi ke Prabowo itu tidak sehebat dan sekuat Jokowi. Mereka hanya anak buah. Sementara Jokowi saat itu adalah presiden. Presiden 2014-2024. Para pejabat yang dititip Jokowi adalah pembantu Prabowo. Yang berkuasa itu Prabowo. Bukan Jokowi.

Berangsur, kekuatan Jokowi melemah. Buktinya? Ridwan Kamil, calonnya Jokowi di Pilgub DKI kalah, dan tidak bisa menggugat ke MK. Jauh hari terdengar kabar, Prabowo melepas Ridwan Kamil dan tidak membackupnya. Artinya, Ridwan Kamil bukan calonnya Prabowo.

Sudah garis nasib Ridwan Kamil. Lepas Jawa Barat, tak dapat Jakarta. Tinggalkan Surya Paloh yang membackupnya di Pilgub Jabar 2018, nasib Ridwan Kamil di Golkar pun tak jelas kedepannya.

Lupakan Ridwan Kamil, kita kembali bahas warisan Jokowi. Dua warisan Jokowi yaitu IKN dan PIK 2 belum jelas ujungnya. 

IKN itu pepesan kosong, kata Aguan. Konglomerat pemilik proyek PIK 2. Aguan nampak kecewa dengan nasib IKN dan PIK. Duit Aguan sangat besar diinvestasikan di dua proyek raksasa ini. Di IKN, Aguan bangun hotel yang sepi customer. Duit Aguan mangkrak di IKN.

Banyak yang menduga PIK 2 adalah kompesasi dari IKN. Meski Aguan enggan berterus terang. Tapi, keberadaan PIK 2 yang dibackup dengan dijadikannya sebagai PSN (Proyek Strategis Nasional) mendapatkan kecaman secara masif. 

Gelombang protes terhadap PIK 2 semakin besar. Inilah yang membuat Menteri ATR Nusron Wahid akan melakukan evaluasi. Tentu atas izin dan restu Presiden Prabowo.

Terhadap PIK 2, Presiden Prabowo netral dan tidak ikut cawe-cawe. Tapi, kalau PIK 2 berpotensi menimbulkan kegaduhan, maka besar kemungkinan akan dihentikan oleh Prabowo. Alasannya: stabilitas nasional. Juga demi stabilitas kekuasaan. 

Ini sangat penting. Prabowo tidak ingin kekuasaannya jadi korban dengan mati-matian pertahankan PIK 2. Benarkah? Publik sedang "melototi" langkah Prabowo terkait PIK 2 ini.

Atas protes massal ini, wajar jika Aguan kecewa dan marah. "Setelah IKN dianggap pepesan kosong, apakah PIK 2 akan jadi pepesan kosong juga?" 

Kita bisa memahami apa yang dialami oleh Aguan. Tapi rakyat tetap harus dijaga kepentingannya? Apa kepentingan rakyat? Berikan hak rakyat atas tanah di kawasan PIK 2 untuk dibeli dengan harga standar. Ini fair dan jadi win win solution. Siapa pun juga tidak ada yang mau tanahnya dibeli dengan harga murah. Jauh di bawah harga pasar.

Belum lagi ribuan hektare hutan lindung milik negara yang tergusur oleh proyek PIK 2 ini. Rakyat berhak teriak. Demi menyelamatkan hak negara.

Di tengah keributan PIK 2, Ahmad Muzani, Sekjen Gerindra ke Solo. Sowan ke Jokowi. Apa pesan Presiden Prabowo yang dibawa Muzani untuk Jokowi? Adakah ini terkait dengan PIK 2? Publik sedang menduga-duga. 

Satu hal yang harus dipertimbangkan oleh Prabowo bahwa membabi buta membela PIK 2 bisa jadi bumerang di awal kepemimpinan Prabowo. 

Sebab, ini akan menguatkan perlawanan para aktivis dan oposan Jokowi yang sudah lama membangun soliditas. Langkah ini tidak tepat dilakukan oleh Prabowo di saat Prabowo sedang merangkul semua pihak demi stabilitas kekuasaannya.


*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya