Berita

Personel pasukan pemberontak Suriah/Net

Dunia

Israel Kirim Pesan ke HTS Agar Jauhi Perbatasan Suriah

MINGGU, 15 DESEMBER 2024 | 13:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dilaporkan telah ada upaya komunikasi dari pihak Israel kepada pemimpin kelompok pemberontak Suriah Hay'at Tahrir Al-Sham (HTS), beberapa hari setelah kejatuhan rezim keluarga Assad.

Jurnalis dan analis politik Israel, Barak Ravid mengungkap bahwa Israel telah mengirim pesan kepada HTS melalui tiga pihak.

Surat itu berisi peringatan agar kelompok itu tidak mendekati wilayah perbatasan, di mana pasukan Israel tengah memperluas invasi militernya di Suriah.


"Tentara pendudukan Israel akan bertindak terhadap HTS jika mendekati perbatasan," ungkapnya dalam wawancara dengan CNN pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Dikatakan Ravid, Israel dalam pesannya mengaku memiliki hubungan  dekat dengan beberapa kelompok di Suriah, terutama kelompok Kurdi di utara negara tersebut, serta dengan komunitas Druze di Dataran Tinggi Golan Suriah,

"Terkait Druze di Suriah, Israel telah memberitahu komunitas Druze di Israel bahwa mereka akan campur tangan jika komunitas Druze di Suriah terancam," paparnya.

Ravid menilai saat ini Israel tengah berupaya melemahkan kemampuan tentara Suriah yang tersisa dengan mengintensifkan serangan udaranya dalam beberapa hari terakhir, melebihi 400 kali.

Hal ini telah menyebabkan pasukan udara dan laut Suriah menghilang drastis, selain penghancuran depot senjata Suriah dan program senjata kimia.

"Israel terus mengebom fasilitas yang tersisa dalam beberapa hari mendatang, yang mencerminkan tujuannya untuk melemahkan tentara Suriah," ujarnya.

Menurut Ravid, Israel bermaksud memanfaatkan situasi saat ini untuk memastikan bahwa pihak manapun yang menguasai Suriah dalam beberapa tahun mendatang akan membutuhkan waktu lama untuk membangun kembali tentaranya, sehingga ancaman menjadi lebih sedikit.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya