Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hadir dalam peluncuran atau launching Gugus Tugas Polri dalam mendukung ketahanan pangan di Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu, 20 November 2024/Ist

Presisi

Selain Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Gugus Tugas Ketahanan Pangan, Upaya Polri Jaga Stabilitas Sosial dan Ekonomi

JUMAT, 13 DESEMBER 2024 | 17:10 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polri resmi membentuk Gugus Tugas Ketahanan Pangan sebagai bagian dari wujud nyata mendukung ketahanan pangan yang terdapat dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. 

Namun disisi lain, menurut Dosen FEB UPN Veteran, Jerry Marmen pembentukan gugus tugas ketahanan pangan itu juga bagian dari kesadaran Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi. 

“Polri menyadari bahwa ketahanan pangan memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi, yang merupakan bagian integral dari keamanan nasional,” kata Jerry dalam keterangannya dikutip, Jumat (13/12). 


Karena, sambung Jerry, ketidakstabilan pangan berpotensi memicu konflik sosial, kerusuhan, dan peningkatan kriminalitas. 

Oleh karena itulah, dengan memastikan distribusi pangan yang adil dan lancar, Polri secara langsung mendukung tugas pokoknya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sesuai UU No 2/2002 Tentang Polri. 

“Inisiatif Polri dalam ketahanan pangan ini tetap relevan dan tidak melampaui mandat mereka,” kata Jerry. 

Dengan jaringan hingga tingkat desa, Polri memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat secara langsung dan dapat membantu mengatasi tekanan pada ketahanan pangan. Polri tidak menggantikan peran kementerian atau lembaga lain, tetapi bertindak sebagai fasilitator strategis yang memastikan pengawasan, keamanan, dan keberlanjutan program berjalan efektif.

Sementara itu, ketua pelaksana gugus tugas ketahanan pangan Polri, Komjen Dedy Prasetyo menyampaikan, bahwa gugus tugas melibatkan masyarakat, antara lain 2.874 relawan, 710 kelompok Wanita tani, dan 3.863 kelompok tani di seluruh Indonesia. 

Nantinya, penanaman dilakukan di 7.471 titik Lokasi pekarangan lahan bergizi. 

“Kami juga memanfaatkan 13.217 hektar lahan tidur untuk ditanami tanaman konsumtif. Hasil panen akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan program makan gratis bergizi,” kata Komjen Dedi Prasetyo. 

Selain tanaman jagung, singkong, dan ubi, gugus tugas Polri juga menyiapkan pengadaan perikanan dan peternakan di lahan seluas masing-masing 148,3 hektar dan 59,9 hektar.

Selain pemanfaatan lahan tidur dan menggerakkan masyarakat untuk bertanam, Polri juga membuka rekrutmen Bintara dengan kompetensi khusus (Bakomsus) lulusan pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan Kesehatan Masyarakat.

"Dalam satu minggu masa pendaftaran, sudah 8.647 orang yang mendaftar. Ini menunjukkan bahwa semangat dan komitmen bangsa ini luar biasa. Ini dalam rangka kita bisa mewujudkan ketahanan pangan nasional,” pungkas Komjen Dedi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya