Berita

Peresmian pembangkit listrik "Raja Mohammed VI" yang dibangun di Niamey, Niger pada Kamis, 12 Desember 2024/Ist

Dunia

Raja Maroko Resmi Dirikan Pembangkit Listrik di Niger

JUMAT, 13 DESEMBER 2024 | 12:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kerajaan Maroko menggelar upacara peresmian pembangkit listrik "Raja Mohammed VI" yang dibangun di Niamey, Niger pada Kamis, 12 Desember 2024.

Upacara tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Niger dan Menteri Ekonomi dan Keuangan, Ali Mahamane Lamine Zeine, serta delegasi Kerajaan maroko yakni  duta besar dan Direktur Jenderal Badan Kerja Sama Internasional Maroko (AMCI), Mohamed Methqal; Direktur Jenderal Kantor Nasional Listrik dan Air Minum (ONEE), Tarik Hamane; dan duta besar Yang Mulia di Niamey, Allal El Achab.

Dikatakan bahwa pendirian pembangkit listrik di Niamey sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral persaudaraan Maroko dalam menghadapi krisis energi yang parah di Niger.


"Pembangkit listrik Raja Mohammed VI merupakan bukti kerja sama bilateral yang membuahkan hasil yang diperkaya oleh inisiatif yang didorong oleh solidaritas yang ditujukan untuk kemakmuran kedua negara dan pengembangan Niger yang stabil dan sedang berkembang," bunyi pernyataan kerajaan.

Pembangkit ini juga sejalan dengan inisiatif utama yang diluncurkan oleh Raja untuk mendukung pembangunan negara-negara Sahel, seperti Prakarsa Kerajaan untuk memfasilitasi akses negara-negara ini ke Samudra Atlantik.

Dilengkapi dengan teknologi canggih, pembangkit listrik ini, dengan kapasitas produksi listrik sebesar 22,5 MVA (20 MW), berlokasi di kawasan industri Gamkaley di Niamey.

"Pembangkit ini akan berkontribusi untuk meningkatkan pasokan listrik bagi penduduk Niger dan memperkuat kedaulatan energi negara tersebut,"  tambah kerajaan.

Proyek yang dikoordinasikan oleh Badan Kerja Sama Internasional Maroko ini selesai dalam jangka waktu yang singkat dan dipercayakan kepada tim gabungan yang terdiri dari perwakilan dari ONEE dan Perusahaan Listrik Niger (NIGELEC).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya