Berita

Pangkalan angkatan laut Rusia Tartus pada Rabu, 10 Desember 2024/ Maxar Technologies

Dunia

Citra Satelit Tunjukkan Kapal Rusia Tinggalkan Suriah

RABU, 11 DESEMBER 2024 | 10:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kapal Angkatan Laut Rusia terlihat meninggalkan pangkalan militer mereka di Tartous, menyusul penggulian Presiden Suriah Bashar al-Assad oleh pasukan oposisi.

Menurut foto dari penyedia citra satelit Maxar, tiga fregat berpeluru kendali Angkatan Laut Rusia dan sedikitnya dua kapal pendukung berada di pelabuhan Tartus pada 5 Desember 2024.

Pada hari Selasa, 9 Desember 2024, kapal-kapal tersebut telah meninggalkan pelabuhan dan sedikitnya dua fregat kelas Admiral Gorshkov beroperasi di lepas pantai Suriah.  


Citra satelit terbaru mengonfirmasi laporan sebelumnya oleh blogger perang Rusia "Rybar" bahwa kapal perang telah meninggalkan Tartous dan mengambil posisi di lepas pantai karena alasan keamanan.

"Armada tersebut berangkat dari pangkalan angkatan laut antara tanggal 6 Desember dan 9 Desember," menurut citra satelit, seperti dimuat Al Arabiya.

Rusia memiliki pangkalan udara utama di kota pesisir Latakia dan fasilitas angkatan lautnya di Tartous.

Pangkalan Tartous adalah satu-satunya pusat perbaikan dan pengisian ulang Rusia di Mediterania, dan Moskow telah menggunakan Suriah sebagai pos persinggahan untuk menerbangkan kontraktor militernya masuk dan keluar dari Afrika.

Pejuang oposisi Suriah merebut ibu kota Damaskus pada hari Minggu setelah serangan kilat yang membuat al-Assad melarikan diri ke Rusia setelah 13 tahun perang saudara dan 54 tahun pemerintahan otokratis keluarganya.

Moskow, yang merupakan sekutu rezim Assad selama beberapa dekade, kini berusaha keras untuk membuat kesepakatan dengan koalisi oposisi guna menjamin keamanan dua pangkalan militer strategis mereka di Suriah.

Foto-foto dari Maxar juga menunjukkan dugaan serangan Israel terhadap kapal-kapal rudal Suriah di pangkalan angkatan laut di Latakia, sekitar 50 mil di utara Tartus. 

Citra tersebut menunjukkan kapal-kapal rudal kelas Osa yang tenggelam yang dipersenjatai dengan rudal jelajah antikapal permukaan ke permukaan SS-N-2C Styx. 

Pasukan Pertahanan Israel dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengonfirmasi bahwa pihaknya menyerang sisa-sisa armada Suriah di pelabuhan pada hari Selasa, 9 Desember 2024.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya