Berita

Presiden China Xi Jinping berjabat tangan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di kota Hangzhou timu/Reuters.

Dunia

Kejatuhan Assad Ungkap Batasan Diplomasi China di Timur Tengah

Laporan: Chiesa Arin Selomita
SELASA, 10 DESEMBER 2024 | 15:13 WIB

Kejatuhan Bashar Al Assad di Suriah, menjadi pukulan bagi strategi diplomasi China di Timur Tengah yang sebelumnya mendukung penuh Assad sebagai sekutu utamanya.

Kunjungan Assad ke China pada tahun lalu menandai hubungan yang erat antara kedua negara, di mana Presiden Xi Jinping berjanji mendukung Assad dalam "melawan campur tangan asing" dan membangun kembali Suriah. 

Namun, kejatuhan Assad dianggap melemahkan posisi China di Timur Tengah dan mengungkap keterbatasannya dalam memengaruhi dinamika politik regional.


"Kemampuan China untuk membentuk hasil politik di Timur Tengah sering kali dilebih-lebihkan," ujar peneliti senior di Atlantic Council, Jonathan Fulton, yang menilai peristiwa ini sebagai tanda lemahnya pengaruh China dalam mengamankan mitra strategisnya di wilayah tersebut, dikutip dari Reuters, Selasa, 10 Desember 2024. 

Sebagai bagian dari strategi diplomasi global, China sebelumnya berhasil menjadi perantara kesepakatan antara Saudi Arabia dan Iran pada 2023 serta menengahi gencatan senjata di antara faksi Palestina. 

Namun, upaya tersebut belum menghasilkan stabilitas yang diharapkan, terutama dalam konflik yang terus berlangsung di Gaza.

"Kejatuhan mendadak Assad bukanlah skenario yang diinginkan Beijing," kata pakar Timur Tengah dari Universitas Studi Internasional Shanghai, Fan Hongda, menanggapi perkembangan terbaru. Dikutip dari Reuters, pada Selasa, 10 Desember 2024.

Diketauhi, Kementerian Luar Negeri China sejauh ini mengambil sikap hati-hati, dengan fokus pada keselamatan warga negaranya di Suriah dan menyerukan solusi politik untuk memulihkan stabilitas. 

"China lebih menyukai Timur Tengah yang stabil dan independen, karena kekacauan atau orientasi pro-Amerika di kawasan ini tidak sejalan dengan kepentingan China." tambahnya, dikutip dari Reuters, pada Selasa, 10 Desember 2024.

Juru bicara kementerian luar negeri, Mao Ning, pada Senin, 9 Desember 2024, waktu setempat. Tampaknya memberikan sinyal untuk keterlibatan dengan pemerintahan mendatang: "Hubungan persahabatan China dengan Suriah adalah untuk semua rakyat Suriah," Dikutip dari Reuters, pada, Selasa, 10 Desember 2024.

Para pakar dan diplomat China mengatakan Beijing kini akan menunggu sebelum mengakui pemerintahan baru di Damaskus.

Sebagai mitra dalam inisiatif Belt and Road (BRI) sejak 2022, Suriah sebelumnya diharapkan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan infrastruktur global China. 

"China saat ini tidak memiliki kapasitas untuk menggantikan Barat sebagai mitra ekonomi, kekuatan diplomatik, atau militer di Timur Tengah," ujar Asisten Profesor di Universitas Groningen, Bill Figueroa. Dikutip dari Reuters, pada Selasa, 10 Desember 2024.

Diketahui, kondisi keuangan China pada tahun 2024 saat ini memiliki dana yang jauh lebih terbatas jika dibandingkan dengan kondisi keuangan pada 2013?"2014, saat Belt and Road Initiative (BRI) diluncurkan. Hal ini menunjukkan adanya penilaian ulang yang jelas terhadap investasi yang lebih aman dan upaya mengurangi risiko secara keseluruhan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya