Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Bursa Asia Pasifik Bervariasi, Kospi dan Kosdaq Kembali Berkibar

SELASA, 10 DESEMBER 2024 | 10:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar Asia-Pasifik dibuka bervariasi hari ini, Selasa, 10 Desember 2024. 

Investor terus mencermati langkah-langkah Beijing untuk fiskal yang "lebih proaktif" dan kebijakan moneter yang "cukup" longgar untuk tahun depan, yang bertujuan meningkatkan konsumsi domestik.

Dikutip dari CNBC, indeks Hang Seng Hong Kong naik hampir 3 persen. Untuk harga berjangka indeks Hang Seng berada di 21.359, lebih tinggi dari penutupan terakhir di 20.414,09.


Investor juga menunggu keputusan suku bunga dari Australia yang akan diumumkan. Kemungkinan, Reserve Bank of Australia akan mempertahankan suku bunga acuan di 4,35 persen untuk ke-10 kalinya berturut-turut.

S&P/ASX 200 Australia diperdagangkan turun 0,25 persen. Nikkei 225 Jepang naik 0,75 persen pada awal perdagangan, sementara Topix naik 0,85 persen.

Indeks acuan Kospi Korea Selatan naik 1,5 persen, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 2,75 persen karena investor terus memantau situasi politik negara tersebut. 

Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham Korea Selatan terus merosot dan mata uang Won melemah seiring dengan sikap pelaku pasar yang bersiap menghadapi periode volatilitas berkelanjutan akibat krisis politik. 

Nilai tukar Won anjlok pada Senin karena krisis politik semakin dalam di Korsel setelah pemberlakuan darurat militer singkat oleh Presiden Yoon Suk Yeol pada pekan lalu. Won Korea ditutup pada level 1.437 per dollar AS, melemah 17,8 won dari sesi sebelumnya.

Sementara  Wall Street, saham-saham AS berguguran yang menyebabkan S&P 500 dan Nasdaq Composite turun dari rekor tertinggi menjelang data inflasi utama.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya