Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Putin Buka Opsi Pembayaran untuk Gas Rusia, Rubel Langsung Perkasa terhadap Dolar AS

SELASA, 10 DESEMBER 2024 | 09:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rubel Rusia menguat melewati 100 terhadap Dolar AS setelah Presiden Vladimir Putin membuka opsi pembayaran baru bagi pembeli gas Rusia dari Eropa. 

Langkah Putin ini memungkinkan aliran mata uang asing untuk dilanjutkan.

Dikutip dari Reuters, Rubel menguat sebesar 1,5 persen terhadap Dolar AS pada perdagangan Senin 10 Desember 2024 Waktu setempat, menurut data over-the-counter dari bank. 


Rubel juga naik sebesar 2,4 persen menjadi 13,57, melampaui 14, terhadap Yuan Tiongkok dalam perdagangan di bursa saham Moskow.

Pembeli gas Rusia dari Eropa, termasuk Hungaria dan Slovakia, yang sebelumnya menggunakan Gazprombank untuk transaksi, sekarang dapat mengonversi mata uang mereka menjadi Rubel di bank lain yang tidak dikenai sanksi.

Sanksi AS yang dijatuhkan pada Gazprombank pada 22 November tahun ini, mengganggu pasar mata uang asing Rusia, yang menyebabkan penurunan nilai tukar Rubel terhadap Dolar AS sebesar 15 persen. 

Mata uang Rusia kini berada di jalur menuju minggu terbaiknya dalam empat bulan, yang menunjukkan pasar telah menyesuaikan diri dengan sanksi.

Rubel telah melemah sejak 6 Agustus, sejak serangan Ukraina ke wilayah Kursk Rusia. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov secara langsung mengaitkan masalah pembayaran energi dan sanksi AS terhadap Gazprombank dengan melemahnya Rubel, dengan mengatakan volatilitas akan hilang segera setelah solusi pembayaran ditemukan.

"Para pelaku perdagangan luar negeri kami tengah mencari cara untuk menyelesaikan masalah dengan rekan-rekan mereka di luar negeri, jadi saya pikir tinggal satu minggu lagi dan semuanya akan baik-baik saja," kata Siluanov.

Para analis dan pedagang sependapat dengan pandangan ini, dengan mengatakan keputusan Putin telah membuka pembayaran energi, sehingga mata uang Rusia menguat.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami Akan Memburunya

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:44

Benarkah Membalik Pakaian Saat Dicuci Bikin Baju Lebih Awet?

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:24

Kantor PM Israel Bantah Rumor Netanyahu Tewas

Minggu, 15 Maret 2026 | 15:12

KPK Isyaratkan Tersangka Baru dari Pihak Swasta di Skandal Kuota Haji

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:40

KPK Endus Modus THR ke Forkopimda Terjadi di Banyak Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:02

Zelensky Tuduh Rusia Pasok Drone Shahed ke Iran untuk Serang AS

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:51

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:41

Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:27

Serangan ke Aktivis Tanda Demokrasi di Tepi Jurang

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:20

KPK Bongkar Dugaan THR untuk Polisi, Jaksa, dan Hakim di OTT Cilacap

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:15

Selengkapnya