Berita

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha/RMOL

Dunia

Peluru Nyasar di Atap KBRI Damaskus, Tembus Hingga Ruang Rapat

SENIN, 09 DESEMBER 2024 | 11:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kabar tentang tembakan yang menyasar ke bangunan Kedutaan Besar RI di Damaskus telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengungkap bahwa memang benar terjadi ledakan besar di Damaskus yang diduga berasal dari serangan udara Israel. 

"Situasi keamanan masih sangat dinamis. Terdapat beberapa ledakan besar di sekitar kota Damaskus yag berasal dari serangan udara yang diduga dilakukan Israel," ungkapnya dalam sebuah pernyataan yang diterima redaksi pada Senin, 9 Desember 2024. 


Serangan itu juga disebut mengenai atap gedung KBRI Damaskus, bahkan menembus ruang rapat. 

"Terdapat pula peluru nyasar yg mengenai atap gedung KBRI tembus hingga ruang rapat," kata Judha.

Dijelaskan bahwa sejumlah WNI yang tengah berlindung di KBRI Damaskus tidak ada yang terluka dan mereka masih dalam keadaan selamat. 

"Saat ini terdapat 19 WNI pekerja migran yg berada di shelter KBRI Damaskus," paparnya.

Konflik militer antara pemberontak dan pasukan nasional Suriah semakin memanas selama lebih dari sepekan terakhir. 

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa Presiden Bashar Al-Assad telah digulingkan dan melarikan diri ke Moskow setelah pemberontak mengambil alih Damaskus. 

Melihat situasi yang memburuk, KBRI Damaskus sejak Sabtu, 7 Desember 2024 menetapkan Siaga I untuk seluruh Suriah. 

Jumlah WNI di Suriah berdasarkan data statistik berjumlah 1.162 orang. Mereka tersebar di berbagai provinsi dan mayoritas menetap di Damaskus untuk bekerja sebagai pekerja migran.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya