Berita

Momen pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo/Net

Publika

Prabowo Makin Berkarakter Jika Tinggalkan Jokowi

Oleh: Tony Rosyid*
MINGGU, 08 DESEMBER 2024 | 07:00 WIB

JOKO WIDODO alias Jokowi telah pensiun. Purna tugas sebagai presiden ke-7. Dengan semua jasa dan kontroversinya, Jokowi harus diapresiasi dan dievaluasi. 

Diapresiasi, karena 10 tahun Jokowi memimpin, tentu punya jasa besar untuk negeri ini. Jasa ini tidak boleh begitu saja dilupakan. 

Jokowi juga perlu dievaluasi. Karena banyak kebijakan kontoversial yang tak jarang menciptakan kegaduhan berkepanjangan. PIK 2 dan IKN adalah bagian dari kontroversi itu. 


Ini bisa menjadi bahan buat presiden berikutnya untuk memperbaiki apa yang tidak pas dari kebijakan sebelumnya.

Perlukah Jokowi dievaluasi secara hukum? Banyak aktivis yang mengajukan tuntutan soal ini. Ini tugas KPK, Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusutnya jika ada minimal dua alat bukti permulaan. 

Selama ini, semua presiden Indonesia kebal hukum. Tidak seperti kepala negara di Malaysia, Thailand atau Vietnam. Apakah tuntutan publik agar Jokowi dan keluarga diadili akan direspon oleh lembaga hukum? Tulisan ini tidak mengulas soal itu.

Tulisan ini fokus menyoroti keterlibatan Jokowi di pemerintahan Prabowo. Stop! Sekedar sebagai penasehat, bagus. Jokowi dengan pengalamannya memimpin Indonesia selama 10 tahun akan sangat berarti jika dijadikan sebagai bapak bangsa. 

Sesepuh yang layak untuk dimintai nasehat oleh presiden selanjutnya. Siapapun presiden itu. Tidak hanya Jokowi, tapi juga Megawati dan SBY. Mereka adalah bapak ibu bangsa. Sudah sepatutnya bersikap sebagai negarawan.

Tapi, mereka urus partai. Mereka urus anak-anak mereka. Di sinilah masalah integritas bangsa seringkali muncul. Nafsu kedinastian seringkali merusak pakem demokrasi. Sekali ada celah, aturan hukum kena imbas dan seringkali dikorbankan demi anak-anak. Ini yang membuat bangsa ini susah bergerak menuju kematangan.

Presiden ke-5, ke-6 dan ke-7 mesti hadir sebagai penasehat buat presiden yang sedang menjabat. Nasehat beda dengan intervensi. Nasehat sekedar memberikan pandangan. Kalau intervensi itu terlibat dalam eksekusi. Yang terakhir ini semestinya tidak boleh terjadi. 

Politik is politik. Ada pakemnya sendiri. Politik menganut prinsip: "siapa yang kuat, ialah yang mengendalikan". Jika Prabowo masih bergantung kepada Jokowi, dan Jokowi masih melakukan intervensi, maka ini pertanda Jokowi masih punya kekuatan. 

Kapan Jokowi akan hilang kekuatan pengaruhnya? Ketika Jokowi tidak terlibat lagi dalam kebijakan pemerintahan Prabowo.

Prabowo perlu mandiri. Ia seorang presiden dengan semua tanggung jawabnya untuk membawa Indonesia lebih baik kedepan. Bukan Indonesia yang berwajah Jokowi. Tapi Indonesia yang berwajah Prabowo. 

Prabowo mesti berkarakter. Menjadi diri sendiri di dalam memimpin negeri ini. No Intervensi!

Anda seorang Jenderal. Jenderal yang hebat. Sudah saatnya Anda menunjukkan kehebatan Anda sebagai seorang presiden. Rakyat punya ekspektasi tinggi terhadap Anda. Terhadap pemimpin yang berkarakter.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa



Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya