Berita

Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman/RMOLJabar

Nusantara

Jumlah Golput Pilkada KBB 397.195, Kalahkan Suara Pemenang Pilkada

MINGGU, 08 DESEMBER 2024 | 00:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

KPU Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.309.568 pemilih. Namun, ratusan ribu DPT di KBB memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias Golput.

Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman menyampaikan, jumlah DPT pada Pilkada Serentak 2024 di KBB sebanyak 1.309.568 pemilih.

"Terdiri dari 661.572 pemilih laki-laki dan 647.996 pemilih perempuan," kata Ripqi saat dihubungi RMOLJabar, Sabtu, 7 Desember 2024.


Mengenai jumlah masyarakat yang menggunakan hak suara hanya 72,18 persen, dia menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2024.

Di antaranya, jumlah TPS berkurang dibandingkan dengan Pemilu terakhir, adanya beberapa TPS yang berlokasi jauh dikarenakan sebaran-sebaran penduduk di KBB belum merata karena faktor Geografis, khususnya di Wilayah Selatan. Selain itu, faktor cuaca buruk yang terjadi pada hari pemungutan dan penghitungan suara (Tungsura) juga ikut berpengaruh.

"Adanya kejenuhan pemilih karena jarak antara pemilu dan pemilihan terlalu dekat sehingga mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih secara nasional," kilahnya.

Disinggung soal anggaran dana hibah Pilkada Rp51 miliar namun tidak mampu dioptimalkan KPU KBB untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih, dia menuturkan, pihaknya telah melaksanakan optimalisasi anggaran sosialisasi dengan beberapa metode.

Seperti sosialisasi pendidikan pemilih secara langsung/tatap muka terhadap segmen masyarakat umum, organisasi kemasyarakatan, disabilitas, dll. Pun menggelar diskusi, seminar, talkshow tatap muka, Mobil Wawar, jalan sehat, dll.

"Sosialisasi Pendidikan Pemilih secara tidak langsung dengan media massa cetak, media massa elektronik, media massa online, media sosial, media daring, media luar ruang (Billboard, Spanduk, Baligo)," terangnya.

Terkait apa yang harus menjadi bahan evaluasi KPU KBB, dia menyebutkan, efektivitas sosialisasi dalam Pemilu, menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilihan untuk masa depan.

"Melaksanakan pemilihan di luar musim penghujan," katanya.

Ditegaskan Ripqi, KPU KBB telah menekankan pentingnya inovasi dalam sosialisasi yang disesuaikan dengan segmentasi generasi, jenis kelamin, dan cara akses informasi. 

Misalnya, pendekatan terhadap Generasi Z difokuskan pada media yang lebih mudah mereka akses. Seperti platform digital dan teknologi berbasis internet. Sementara pendekatan untuk generasi lainnya menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.

"Kolaborasi yang lebih kuat dengan media, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya pemilu. Keterbukaan informasi melalui pengumuman visi, misi, dan program pasangan calon serta pemberian ruang bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan terhadap calon pemimpin adalah upaya yang terus ditingkatkan," tandasnya.

Dari jumlah DPT sebanyak 1.309.568 pemilih, berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara, KPU KBB mengumumkan paslon nomor urut 2, Jeje-Asep Ismail, berada di urutan teratas dengan perolehan 341.225 suara. Urutan kedua paslon nomor urut 3, Hengky Kurniawan-Ade Sudrajat, dengan perolehan 224.066 suara.

Kemudian paslon nomor urut 1, Didik Agus Triwiyono-Gilang Dirga, di urutan ketiga dengan perolehan 165.672 suara. Urutan keempat paslon nomor urut 4, Edi Rusyandi-Unjang Asari, dengan perolehan 137.567 suara, dan urutan terakhir paslon nomor urut 5, Sundaya-Asep Ilyas, dengan perolehan 43.843 suara.

Mirisnya, dari total jumlah DPT, 397.195 di antaranya memilih golput. Dan jumlah tersebut mengalahkan jumlah perolehan suara paslon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat nomor urut 2, Jeje Ritchie Ismail dan Asep Ismail yang meraih 341.225 suara.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya