Berita

Pertemuan India-CARICOM Ke-2 di Guyana, 22 November 2024.

Dunia

India Kembangkan Kemitraan Berkeadilan di Pasifik dan Karibia

JUMAT, 06 DESEMBER 2024 | 05:39 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Pada dekade terakhir, India aktif mencari kemitraan dengan negara-negara kepulauan di Karibia dan Pasifik melalui platform multilateral formal. Kemitraan yang ditawarkan India berorientasi saling menguntungkan di bidang pembangunan ekonomi, keberlanjutan, dan peningkatan kesejahteraan manusia.

Hal ini telah berkembang menjadi kolaborasi aktif untuk mengatasi berbagai isu yang berdampak langsung pada ekonomi dan masyarakat negara-negara kepulauan kecil, seperti perubahan iklim global, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan.

Hal inilah yang dapat disimpulkan dari pertemuan yang dilakukan Perdana Menteri Narendra Modi dengan kepala negara Komunitas Karibia (CARICOM) pada 22 November 2024 lalu.  Ini adalah pertemuan kedua India-CARICOM setelah tahun 2019. 


India dan negara-negara CARICOM memiliki ikatan sejarah dan budaya, dengan budaya saling menghormati, kepentingan bersama, ikatan budaya, persahabatan yang mendalam, dan komitmen berkelanjutan terhadap kebebasan, demokrasi, hak asasi manusia, supremasi hukum, dan multilateralisme yang direformasi.

Selain itu, CARICOM menjunjung tinggi India sebagai pemimpin global dan pendukung vokal kepentingan Global Selatan. India dalam kepresidenannya di G20 baru-baru ini juga telah menjadi pemimpin aktif dalam mengarahkan pembicaraan ke arah utang, ambisi pada keuangan iklim, teknologi, dan beberapa bidang yang sangat penting bagi negara-negara CARICOM.

Ruang lingkup keterlibatan juga meluas di bidang kesehatan dan farmasi, termasuk obat generik, laboratorium pengujian obat, teknologi radiasi, terapi kanker, mesin dialisis, ambulans laut, dan Prakarsa Kesehatan Bharat untuk Kubus Sahyog Hita dan Maitri (BHISHM).

Bagi CARICOM, hubungan dengan India dipandang sebagai hubungan yang 'dapat mendukung integrasi regional dan membawa hasil pembangunan berkelanjutan ke kawasan tersebut dalam jangka panjang'. Hubungan ini dapat saling melengkapi dan berfungsi sebagai alternatif bagi sumber kerja sama pembangunan tradisional bagi negara-negara Karibia. Kerja sama pembangunan dengan negara-negara ekonomi berkembang menjadi perhatian khusus bagi CARICOM karena mereka mendapati pendanaan konsesional dari sumber-sumber tradisional menyusut.

Ruang lingkup kerja sama India dan Negara Kepulauan Kecil Berkembang atau Small Island Developing States (SIDS) juga mencakup target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dan tantangan lingkungan melalui pengembangan energi terbarukan dan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan, pengembangan ekonomi biru, dan pengembangan kapasitas untuk manajemen bencana serta operasi bantuan dan penyelamatan.

Dengan geopolitik internasional yang berkembang pesat, India dan kawasan di Pasifik memiliki minat khusus dalam mendefinisikan ulang diplomasi laut di Samudra Hindia dan Pasifik Selatan. 

Para ahli juga telah mengidentifikasi berbagai bidang yang dapat dimanfaatkan untuk menjalin hubungan kerja sama khusus antara India dan SIDS. Ini termasuk kerja sama subregional, bantuan untuk perdagangan, pengembangan kapasitas perdagangan, pemberantasan penyakit yang ditularkan melalui vektor dan air, serta pengelolaan ekosistem yang terkait dengan air. Selain itu, diplomasi kelautan India juga meningkatkan keamanan maritim dan mendorong interoperabilitas antar angkatan laut.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polri Usut Potensi Pidana Anjloknya IHSG, Diduga Kuat Akibat Saham Gorengan

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:12

Penyidik Kejagung Sita Dokumen dari Rumah Bekas Menhut Siti Nurbaya

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:07

Suplai MBG, Kopontren Al-Kautsar Patut Dicontoh

Jumat, 30 Januari 2026 | 22:01

Pengacara Yaqut Sebut Bos Maktour Travel Fuad Hasan Bohong Soal Terima Hadiah Kuota Haji

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:58

Dirut BEI Mundur Hanya Redam Tekanan Jangka Pendek

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:49

Kapolri Pimpin Sertijab Pati dan Kapolda, Cek Siapa Saja?

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:47

SPPG Tak Boleh Asal-asalan Siapkan Menu MBG saat Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:30

Program Mangrove BNI Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Pesisir Banyuwangi

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:26

Giliran Mirza Adityaswara Mundur dari OJK, Total 4 Komisioner Pamit Beruntun

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:19

Yaqut Bantah Kasih Jatah Kuota Haji Khusus Maktour Travel

Jumat, 30 Januari 2026 | 21:10

Selengkapnya