Berita

Kelompok bersenjata yang menentang rezim Bashar al-Assad, melanjutkan kemajuan mereka dengan merebut 20 permukiman lagi di provinsi barat Hama, Suriah/AA

Dunia

Pemberontak Suriah Rebut Provinsi Hama, Pukulan Baru untuk Bashar Al-Assad

JUMAT, 06 DESEMBER 2024 | 08:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pasukan kelompok pemberontak Suriah yang dipimpin oleh Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) berhasil menguasai provinsi Hama pada Kamis, 5 Desember 2024.

Penaklukan itu kembali memberikan pukulan keras bagi pemerintah Presiden Bashar  Al-Assad yang sebelumnya gagal mempertahankan wilayah terbesar lainnya, Aleppo.

Televisi Al Jazeera menyiarkan video pasukan pemberontak di dalam Hama, beberapa dari mereka menyapa warga sipil di dekat bundaran sementara yang lain mengendarai kendaraan militer dan moped.


Jatuhnya Hama, yang telah berada di tangan pemerintah selama perang saudara yang berkecamuk sejak 2011, akan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh Damaskus dan kekhawatiran akan terus berlanjutnya gerakan oposisi ke selatan.

Mereka merebut kota utama di utara Aleppo minggu lalu dan sejak itu terus bergerak ke selatan dari daerah kantong mereka di Suriah barat laut. Pertempuran telah berkecamuk di sekitar desa-desa di luar Hama selama dua hari.

Assad sangat bergantung pada dukungan Rusia dan Iran selama tahun-tahun konflik yang paling intens, membantunya merebut kembali sebagian besar wilayah dan kota-kota terbesar sebelum garis depan membeku pada tahun 2020.

Namun kegagalan mereka menghentikan serangan pemberontak menandakan bahwa pasukan pro pemerintah Suriah sudah lemah karena di waktu yang bersamaan mereka juga tengah sibuk dengan konflik militer di wilayah masing-masing.

Rusia fokus pada perang di Ukraina sejak 2022. Hizbullah Lebanon, yang sebelumnya merupakan kekuatan paling kuat yang didukung Iran di Suriah, telah menderita kerugian besar dalam perangnya sendiri dengan Israel.

Saat pasukan menyerbu Hama, komandan militer pemberontak, Abu Mohammed Al-Golani, mengeluarkan pernyataan video yang berisi ancaman mereka terhadap kekuatan regional utama lainnya yang bersekutu dengan Iran, yakni milisi Hashd Al-Shaabi Irak.

"Kami mendesaknya (perdana menteri Irak) untuk menjauhkan Irak dari terlibat dalam perang baru yang terkait dengan apa yang terjadi di Suriah," kata Golani.

Hama terletak lebih dari sepertiga jarak dari Aleppo ke Damaskus dan perebutannya akan mempersulit upaya serangan balik dari pasukan pemerintah.

Selain itu, Hama juga penting untuk mengendalikan dua kota besar dengan komunitas agama minoritas besar: Muhrada, rumah bagi banyak orang Kristen, dan Salamiya, tempat banyak Muslim Ismailiyah berada.

Kelompok pemberontak mengatakan mereka kini bersiap untuk terus bergerak ke selatan menuju Homs, kota persimpangan besar Suriah yang menghubungkan ibu kota Damaskus ke utara dan pantai.

"Waktumu telah tiba," kata pemberontak dalam sebuah postingan daring, menyerukan penduduk kota untuk bangkit dalam revolusi menentang rezim Assad.

Kemajuan oposisi di Homs, 40 km (24 mil) selatan Hama, dapat memisahkan Damaskus dari wilayah pesisir yang merupakan benteng sekte Alawite Assad, dan tempat sekutu Rusia-nya memiliki pangkalan angkatan laut dan pangkalan udara.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya