Berita

Ilustrasi (Foto: bloomberg.com)

Bisnis

Negeri Shin Tae-Young Krisis, Rupiah Sempat Merah

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 16:33 WIB | OLEH: ADE MULYANA

PESIMISME di pasar Asia kembali hinggap. Setelah bergulat dengan krisis politik Perancis dan langkah penuh kejutan dari Presiden terpilih AS Donald Trump, kini sentimen suram datang dari negeri ginseng, Korea Selatan. Negeri asal pelatih timnas sepakbola, Shin Tae-Young itu dilaporkan sedang mengalami krisis politik yang lumayan gawat.

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol sebelumnya dilaporkan sempat mendeklarasikan darurat militer namun beberapa jam kemudian dicabut akibat tentangan keras dari parlemen. Situasi semakin berbuntut panjang dengan laporan terkini menyebutkan pihak oposisi yang sedang mengupayakan langkah impeachment bagi Presiden Yoon.

Namun agak beruntungnya, sentimen tersebut hanya sedikit melemahkan nilai tukar mata uang Korea Selatan, Won. Pantauan terkini bahkan menunjukkan, nilai tukar Won yang mampu beralih menguat moderat 0,2 persen di sesi perdagangan sore ini setelah mengawali sesi pagi dengan melemah tipis 0,2 persen.


Meski demikian, situasi di pasar uang Asia tetap semakin terbebani oleh sentimen dari Korea Selatan. Pantauan menunjukkan, secara keseluruhan gerak nilai tukar mata uang Asia yang bervariasi dan cenderung terjebak di rentang terbatas. Pesimisme masih terus membayangi, terutama akibat masih lesunya gerak nilai tukar mata uang utama dunia.

Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, nilai tukar mata uang utama dunia mencoba sedikit bangkit dari titik terlemahnya menyusul sentimen dari krisis politik Perancis kemarin. Krisis di Korsel mempersulit investor untuk lepas dari pesimisme. Gerak di rentang sempit akhirnya menjadi pilihan, di tengah penantian sentimen lain dari rilis data NFP non-farm payroll AS dan pertemuan pimpinan The Fed pekan depan.

Dengan kepungan situasi yang masih jauh dari bersahabat itu, nilai tukar Rupiah terpantau sempat terseok di zona merah dalam menjalani sesi perdagangan pertengahan pekan ini, Rabu 4 Desember 2024. Seiring dengan sedikit menguat nya mata uang utama dunia, Rupiah secara perlahan mampu beralih ke zona penguatan tipis, meski masih rentan untuk berbalik ke zona merah.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah masih diperdagangkan di kisaran Rp15.925 per Dolar AS atau menguat sangat tipis 0,06 persen. Rupiah tercatat sempat terperosok di kisaran Rp15.969 per Dolar AS di sesi pagi. Pelaku pasar diyakini sedang menantikan rilis data domestik dari cadangan devisa nasional yang diagendakan pada Jumat lusa untuk menentukan arah lebih lanjut. Pantauan juga memperlihatkan, mata uang Peso Filipina dan Ringgit Malaysia yang kali ini mampu mencetak penguatan tertajam di Asia dengan masing-masing menanjak 0,5 persen.

Sementara sentimen global juga sedang sangat dinantikan menyangkut keputusan Bank Sentral AS, The Fed dalam melanjutkan penurunan suku bunga pada pertemuan yang diagendakan pada 17-18 Desember mendatang.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya