Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Target Laba Gagal Tercapai, Cargill Inc Bakal Pecat Ribuan Pekerja

RABU, 04 DESEMBER 2024 | 12:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Perusahaan perdagangan komoditas pertanian global, Cargill Inc akan memangkas sekitar 8.000 pekerja di berbagai negara. 

Langkah ini diambil setelah perusahaan multinasional asal Amerika Serikat tersebut gagal mencapai target laba.

Dikutip dari Bloomberg Rabu 4 Desember 2024, pemangkasan ini mencakup sekitar 5 persen dari total 164.000 tenaga kerja global Cargill.


"Mayoritas pengurangan ini akan terjadi tahun ini," kata CEO Cargill, Brian Sikes, dalam sebuah memo internal.

Sikes menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menyederhanakan struktur organisasi perusahaan. 

"Kami akan menghilangkan lapisan, memperluas cakupan dan tanggung jawab manajer, serta mengurangi duplikasi pekerjaan," ujarnya.

Tekanan laba tidak hanya dialami Cargill. Kompetitor lain seperti Bunge Global SA dan Archer-Daniels-Midland Co juga menghadapi situasi serupa. Melimpahnya hasil panen jagung dan kedelai telah menekan harga komoditas tersebut.

Namun, bagi Cargill situasi semakin sulit dengan menurunnya populasi ternak sapi di AS ke level terendah dalam tujuh dekade terakhir. Kondisi ini menghambat upaya perusahaan yang telah menggelontorkan dana besar untuk mengembangkan bisnis daging sapi.

Selama periode Juni 2023 hingga Mei 2024, laba Cargill turun menjadi 2,48 miliar Dolar AS angka terendah sejak tahun fiskal 2015-2016.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya