Berita

Risnandar Mahiwa (Foto: Diskominfotik Riau)

Hukum

Kekonyolan Korupsi Pj Walikota Pekanbaru, Belanja Barang-barang Gaib

SELASA, 03 DESEMBER 2024 | 19:12 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus korupsi Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa. Kekonyolan Risnandar dalam merampok uang rakyat diungkap usai ditangkap KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).

"Informasi sementara (ditangkap) terkait dengan penggunaan uang bendahara. Jadi kan di sistem keuangan daerah ada istilahnya pengeluaran dulu nanti buktinya dipertanggungjawabkan, kemudian mengganti mengisi berangkas," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Bali, Selasa, 3 Desember 2024.

"Salah satu modusnya, ada pengambilan cash kemudian dibagi-bagi dengan bukti pengeluaran fiktif. Nah ini kan konyol. Mungkin kalau beli alat tulis kantor dibikin kwitansi tapi barangnya nggak ada," sambung Alex.


Risnandar dilantik menjadi Pj Walikota Pekanbaru pada 22 Mei 2024. Lahir di Luwuk, 6 Juli 1963, Risnandar lama meniti karier di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebelum mendapat kepercayaan menjadi Pj Walikota Pekanbaru.

Tapi kini karir Risnandar yang juga menjabat sebagai Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri berakhir. Kemarin dia dan Sekda Pekanbaru Indra Pomi Nasution bersama enam orang lainnya dicokok KPK.

Tak hanya belanja barang-barang gaib menggunakan kas daerah, Risnandar diduga kuat mengutip dana dari kepala dinas atau pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kemudian ada pungutan dari kepala-kepala dinas atau masing-masing OPD. Ada dari rumah sakit umum daerah juga memberikan sesuatu tapi kita belum tahu uang itu untuk Pj atau yang lain," tutur Alexander Marwata.

Saat menangkap Risnandar, kata Alex, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa uang diduga hasil korupsi lebih dari Rp1 miliar.

"Uangnya sementara tadi disampaikan di atas Rp1 miliar. Kalau saya lihat fotonya sih, uangnya merah semua," terang Alex.

Alex mengatakan, operasi senyap dengan target Risnandar diawali laporan masyarakat yang diterima KPK. Pemantauan dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

"Sprinlidiknya itu sudah beberapa bulan yang lalu berdasarkan informasi masyarakat. Kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan penyadapan, melakukan klarifikasi kepada para pelapor," katanya.

"Dan kemudian pada saat akan dilakukan penangkapan kita dapat informasi terjadi penyerahan uang, dan kemudian kami lakukan penangkapan," terang Alex.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya