Berita

Presiden Taiwan, Lai Ching-te di Kepulauan Marshall pada Selasa, 3 Desember 2024/Net

Dunia

Tiongkok Makin Geram Saat Presiden Taiwan Lakukan Kunjungan Perdana ke Kepulauan Marshall

SELASA, 03 DESEMBER 2024 | 12:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah selesai melakukan kunjungan di Amerika Serikat, Presiden Taiwan, Lai Ching-te melanjutkan tur Pasifiknya dengan mendatangi Kepulauan Marshall untuk pertama kalinya.

Presiden Kepulauan Marshall Hilda Heine menyambut hangat Lai saat tiba di Ibu kota Majuro pada hari Selasa, 3 Desember 2024.

"Taiwan dan Kepulauan Marshall berbagi budaya Austronesia tradisional serta nilai-nilai kebebasan dan demokrasi," ujar Lai kepada Presiden Heine, seperti dimuat AFP.


"Kami seperti keluarga, dan kami juga mitra dekat yang saling mendukung," kata Lai lagi.

Lai dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Heine dan kabinetnya, berpidato di parlemen Kepulauan Marshall dan menghadiri jamuan makan malam.

Kepulauan Marshall adalah satu dari tiga sekutu pulau Pasifik yang akan dikunjungi Lai sebagai bagian dari perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat pada bulan Mei. Negara-negara lainnya adalah Tuvalu dan Palau.

Mereka termasuk di antara 12 negara yang tersisa, termasuk Vatikan, yang mengakui klaim Taiwan atas kenegaraan setelah negara-negara lain diburu oleh Tiongkok dengan janji bantuan dan investasi.

Tiongkok terutama merasa geram dengan kontak resmi antara Taiwan dengan Amerika Serikat serta negara pendukungnya di Pasifik.

China, yang bersikeras Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, telah marah besar atas penjualan senjata AS baru-baru ini ke pulau itu dan kunjungan Lai ke negara bagian kepulauan AS, Hawaii, di mana ia disambut dengan karpet merah dan karangan bunga.

Lai menghabiskan dua hari di Amerika Serikat, di mana ia membahas ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan selama panggilan telepon dengan mantan juru bicara DPR AS Nancy Pelosi, dan bertemu dengan pejabat pemerintah AS dan anggota Kongres.

Pada malam tur Pasifik Lai selama seminggu, Amerika Serikat menyetujui usulan penjualan suku cadang untuk F-16 dan sistem radar, serta peralatan komunikasi, kepada Taiwan, dalam kesepakatan yang bernilai total 385 juta dolar AS.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya