Hardjuno Wiwoho/Net
Hardjuno Wiwoho/Net
Dikatakan pengamat hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho, langkah itu lebih bijak daripada pengurangan subsidi energi dan menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) menjadi 12 persen di tengah proyeksi defisit APBN 2025 yang mencapai Rp600 triliun.
Hardjuno menegaskan bahwa pembayaran obligasi rekap BLBI kepada bank-bank besar yang kini terbukti sudah meraih keuntungan signifikan merupakan kebijakan yang tidak lagi relevan dan justru merugikan rakyat.
Populer
Jumat, 04 September 2026 | 20:28
Rabu, 09 September 2026 | 01:15
Kamis, 10 September 2026 | 05:04
Selasa, 08 September 2026 | 15:34
Sabtu, 12 September 2026 | 06:08
Sabtu, 05 September 2026 | 16:59
Sabtu, 05 September 2026 | 19:53
UPDATE
Senin, 14 September 2026 | 14:27
Senin, 14 September 2026 | 14:26
Senin, 14 September 2026 | 14:16
Senin, 14 September 2026 | 14:12
Senin, 14 September 2026 | 14:09
Senin, 14 September 2026 | 14:01
Senin, 14 September 2026 | 14:01
Senin, 14 September 2026 | 13:56
Senin, 14 September 2026 | 13:48
Senin, 14 September 2026 | 13:48