Berita

Potret pasukan pemberontak Suriah/AA

Dunia

Jet Tempur Rusia Dikerahkan Gempur Pemberontak Suriah

MINGGU, 01 DESEMBER 2024 | 09:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pesawat tempur Rusia telah dikerahkan untuk merespons serangan kelompok pemberontak di kota Aleppo pada Sabtu waktu setempat, 29 November 2024. 

Pertahanan Sipil Suriah, sebuah layanan penyelamatan melaporkan bahwa jet tempur Suriah dan Rusia telah dikerahkan untuk membombardir permukiman, sebuah pompa bensin, dan sebuah sekolah di kota Idlib yang dikuasai pemberontak. 

"Serangan itu menewaskan empat warga sipil dan melukai enam lainnya," ungkap lembaga tersebut dalam unggahan di X, seperti dimuat The Tribune. 


Sementara itu, dua sumber militer Suriah mengatakan Rusia telah menjanjikan bantuan militer tambahan kepada Damaskus yang akan mulai berdatangan dalam 72 jam ke depan. 

Di hari yang sama, militer Suriah mengatakan bahwa puluhan personelnya telah tewas atau terluka dalam pertempuran sengit di Aleppo dan mereka sekarang sedang menyusun kembali pasukan, mengerahkan kembali pasukan untuk memperkuat garis pertahanannya sambil mempersiapkan serangan balik.

Mereka mengakui kemajuan pemberontak yang telah memasuki sebagian besar Aleppo.

"Pemberontak telah melancarkan serangan luas dari berbagai arah di garis depan Aleppo dan Idlib dan bahwa pertempuran telah terjadi di jalur yang melebihi 100 km. Puluhan tentara telah tewas," ungkap militer Suriah. 

Serangan mendadak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan faksi sekutu yang didukung oleh Turki pada hari Rabu, 27 November 2024 telah mengguncang garis depan perang saudara Suriah yang sebagian besar telah membeku sejak tahun 2020.

Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di Inggris mencatat lebih dari 300 orang, termasuk sedikitnya 20 warga sipil, telah tewas sejak serangan pemberontak dimulai di Idlib dan Aleppo.

Rusia merupakan suksesor keberlanjutan rezim Bashar Al Assad. Juru bicara Rusia, Dmitry Peskov menyebut serangan pemberontak itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah. 

"Kami mendukung otoritas Suriah untuk menertibkan wilayah itu dan memulihkan ketertiban konstitusional sesegera mungkin," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya