Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Jepang akan Kucurkan Anggaran Tambahan 92 Miliar Dolar AS

SABTU, 30 NOVEMBER 2024 | 23:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Jepang telah merampungkan paket anggaran tambahan sebesar 92 miliar Dolar AS untuk melindungi rumah tangga dari kenaikan biaya hidup. 

Anggaran tambahan tersebut mencakup bantuan untuk rumah tangga berpendapatan rendah dan dana untuk memperpanjang subsidi bahan bakar. Anggaran tambahan ini mengikuti serangkaian langkah stimulus yang diterapkan sejak pandemi Covid-19.

Anggaran tambahan ini dinilai dapat menopang konsumsi,  tetapi juga dapat memperburuk keuangan publik yang sudah terbebani. Tumpukan utang Jepang, yang sudah dua kali lipat dari ekonominya, tetap tinggi pada saat Bank of Japan mengurangi kebijakan moneter yang sangat longgar selama satu dekade yang telah membuat biaya pinjaman mendekati nol.


Selain memberi bantuan kepada rumah tangga berpendapatan rendah dan mereka yang memiliki anak, pemerintah akan melanjutkan subsidi untuk menekan tagihan listrik mulai Januari hingga Maret 2025. Langkah ini memperpanjang subsidi bahan bakar, dan meningkatkan pengeluaran untuk bantuan bencana. 

Pemerintah juga akan memberikan bantuan untuk meningkatkan industri chip dan kecerdasan buatan Jepang.

Analis di Mizuho Research & Technologies memperkirakan paket belanja yang diusulkan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba tersebut akan meningkatkan produk domestik bruto Jepang sebesar 0,1 persen poin pada tahun fiskal 2024 dan sebesar 0,6 persen poin pada tahun 2025, terutama melalui peningkatan konsumsi dan belanja pekerjaan umum.

Namun, mereka meragukan kelayakan penggunaan belanja besar ketika inflasi meningkat. 

"Mengingat posisi politik koalisi minoritas yang tidak stabil, ada kemungkinan besar pengeluaran fiskal akan terus meningkat. Itu merupakan sumber ketidakpastian yang besar bagi Jepang," tulis mereka dalam sebuah catatan penelitian. 

Setelah perubahan kebijakan di awal dan kinerja yang tidak merata pada pertemuan puncak internasional di Amerika Selatan, Ishiba nampaknya ngotot memenuhi janjinya untuk meningkatkan ekonomi dan membantu rumah tangga yang berjuang dengan meningkatnya biaya hidup, sekaligus mempersiapkan pemerintahan presiden terpilih AS Donald Trump yang akan datang.

Dalam pidatonya pada Jumat, 29 November 2024, Ishiba mengatakan akan menyoroti prioritasnya untuk mencoba mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan yang telah terpukul keras oleh depopulasi dan stagnasi ekonomi.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya