Berita

Personel pemberontak menghancurkan foto Bashar Al Assad/Net

Dunia

Pemberontak Suriah Rebut Puluhan Kota dan Desa di Aleppo

JUMAT, 29 NOVEMBER 2024 | 09:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kelompok militan Suriah melancarkan serangan dan merebut puluhan kota dan desa di Barat Laut Suriah dekat Aleppo pada Kamis malam, 28 November 2024. 

Mengutip Anadolu Ajansi, serangan dilakukan oleh sejumlah pemberontak terdiri dari kelompok Hay'at Tahrir Al-Sham (HTS) dan ruang operasi Fath Al-Mubeen mereka yang mencakup sejumlah kelompok pemberontak lainnya. 

Operasi bernama "Deterring Aggression" bertujuan untuk memberi efek kejut bagi pemerintahan Bashar Al Assad.


"Mereka mempersiapkan operasi tersebut sepanjang tahun lalu, yang bertujuan untuk mengejutkan pasukan rezim Bashar Al-Assad dan milisi sekutu mereka di wilayah tersebut," ungkap laporan tersebut. 

Juru bicara kelompok pemberontak Jaysh Al-Izzah, Mustafa Bakkour mengatakan bahwa operasi tersebut dilancarkan sebagai respons atas serangan pasukan rezim Al Assad terhadap wilayah dan situs sipil di barat laut Suriah selama beberapa minggu terakhir.

Tujuan utama lain yang dilaporkan dari operasi pemberontak Suriah  adalah untuk memulihkan batas-batas 'zona de-eskalasi' di Idlib pada tahun 2019, yang awalnya disepakati oleh Turki, Rusia dan Iran setelah permusuhan sebelumnya.

Sebagian besar zona di sekitar Aleppo telah direbut oleh rezim Assad pada tahun 2020 dan merupakan pelanggaran langsung terhadap perjanjian tersebut, sehingga memaksa perjanjian gencatan senjata yang baru disepakati untuk berlaku pada saat itu.

Pemberontak merebut 13 desa, termasuk kota-kota strategis Urm Al-Sughra dan Anjara, serta Pangkalan 46, pangkalan rezim Suriah terbesar di Aleppo barat.

Ditambahkan bahwa 37 orang dari pasukan rezim dan milisi sekutu tewas dalam serangan itu.

Serangan tersebut menandai pertikaian signifikan pertama antara pemberontak Suriah dan rezim Al Assad sejak Maret 2020, ketika Rusia dan Turki memediasi perjanjian gencatan senjata di negara itu.

Perang saudara Suriah dimulai selama Musim Semi Arab 2011 ketika rezim tersebut menekan pemberontakan pro-demokrasi terhadap Assad, yang telah menjadi presiden sejak tahun 2000. 

Negara itu terjun ke dalam perang saudara skala penuh ketika pasukan pemberontak dibentuk, yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Suriah, untuk memerangi pasukan pemerintah.

Konflik membengkak ketika aktor regional dan kekuatan dunia lainnya dari Arab Saudi, Iran, Amerika Serikat hingga Rusia ikut campur, meningkatkan perang saudara menjadi apa yang oleh beberapa pengamat digambarkan sebagai "perang proksi."  

ISIS juga berhasil mendapatkan pijakan di negara tersebut sebelum mengalami pukulan yang signifikan.

Sejak perjanjian gencatan senjata tahun 2020, konflik tersebut sebagian besar masih belum mereda, dengan bentrokan tingkat rendah antara pemberontak dan rezim Assad. 

Lebih dari 300.000 warga sipil telah tewas dalam lebih dari satu dekade perang, menurut PBB dan jutaan orang telah mengungsi di seluruh wilayah tersebut.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

KKB dan Ancaman Nyata terhadap Kemanusiaan di Papua

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:59

Telkom Turunkan 20 Ribu Personel Amankan Layanan Telekomunikasi

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:40

Salat Id Sambil Menikmati Keindahan Gunung Sumbing dan Sindoro

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:19

PKS Minta DPR dan Pemerintah Rombak APBN 2026

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:55

Ketika Gerakan Rakyat Kehilangan Akar

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:35

BGN Perketat Pengawasan Sisa Pangan dan Limbah MBG

Jumat, 20 Maret 2026 | 04:15

Tokoh Perempuan Dorong Polri Telusuri Dugaan Aliran Dana Asing

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:59

Arsitek Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu di Timor Leste

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:33

Pertemuan Prabowo-Megawati Panggilan Persatuan di Tengah Kemelut Global

Jumat, 20 Maret 2026 | 03:13

Pengamanan Selat Bali

Jumat, 20 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya