Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ribuan Pekerja Suku Cadang Jerman Robert Bosch Terancam PHK

SELASA, 26 NOVEMBER 2024 | 12:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ribuan karyawan pemasok suku cadang mobil Jerman Robert Bosch dipastikan akan segera kehilangan pekerjaan mereka.

Dalam pernyataannya pada Jumat 22 November 2024, perusahaan mengatakan akan memangkas 5.500 tenaga kerja globalnya dalam beberapa tahun ke depan, dengan alasan penjualan mobil yang stagnan.

Menurut juru bicara perusahaan, sekitar 3.800 pemutusan hubungan kerja akan dilakukan di Jerman.


"Jumlah pasti pemutusan hubungan kerja akan dinegosiasikan dalam pembicaraan dengan perwakilan pekerja," katanya, seperti dikutip dari Deutsche Welle, Selasa 23 November 2024.

Menurut keterangan, perusahan akan memangkas 3.500 karyawan di divisi perangkat lunak mobilnya pada tahun 2027, dengan sekitar separuh dari kehilangan pekerjaan terjadi di Jerman.

Bosch mengatakan pihaknya juga berencana untuk memangkas hingga 1.300 posisi antara tahun 2027 dan 2030 di divisi pengarahnya yang berpusat di Schwaebisch Gmund, Jerman barat daya.

"Permintaan yang lemah kendaraan listrik memiliki dampak langsung pada jumlah pesanan yang dilakukan oleh produsen dengan Bosch," kata Bosch.

“Industri otomotif mengalami kelebihan kapasitas yang signifikan,” lanjutnya, menambahkan bahwa persaingan dan tekanan harga terus meningkat.

Manajer Bosch Stephan Hoelzl mengklaim perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan pasar dan mengurangi biaya secara berkelanjutan untuk memperkuat daya saing.

Pada bulan Oktober, ketua Stefan Hartung memperingatkan penurunan pendapatan pada tahun mendatang dalam sebuah wawancara dengan Der Tagesspiegel, dan mengatakan ia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan pemutusan hubungan kerja lebih lanjut di Jerman.

Bosch telah mengumumkan rencana pada bulan Desember 2023 untuk memangkas 1.500 pekerjaan di bisnis pasokan mobilnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Ketika Republik Menjadi Rimba

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:15

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:04

Spanduk dan Baliho PSI Lebih Banyak dari Jumlah Kadernya

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:39

Warga Pulau Panggang Kekurangan Pasokan BBM

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:17

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:06

Jalan Buntu Reformasi

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:03

Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:43

Ancaman PHK di Depan Mata, Segera Percepat Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:12

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:41

Pengusaha Didorong Berkontribusi Tingkatkan SDGs Kalbar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:15

Selengkapnya