Berita

Tangkapan layar akun Hendri Satrio telah diambil alih menjadi akun crypto/Rep

Politik

Akun YouTube Hendri Satrio Diretas Jelang Pencoblosan Pilkada

SENIN, 25 NOVEMBER 2024 | 22:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Akun YouTube milik analis komunikasi politik Hendri Satrio mendadak tidak bisa diakses jelang hari pencoblosan Pilkada Serentak, Senin 25 November 2024.

Channel YouTube Hendri Satrio telah berganti nama menjadi channel cryptocurrency bernama Solana. Bahkan, seluruh konten wawancara Hendri Satrio dan sejenisnya hilang dan sudah berganti dengan konten crypto dan hacking.

"Saya pun kaget, ketika tim saya cek akun YouTube saya, tiba-tiba sudah tidak bisa di akses dan malah konten saya sudah ganti jadi video-video crypto," katanya kepada RMOL.


Sosok yang akrab disapa Hensat itu menjelaskan, awalnya tim lembaga survei Kedai KOPI menemukan akun tersebut mengalami peretasan pukul 9.17 WIB. 

Peretas mencoba mengakses lewat akun e-mail Lembaga Survei KedaiKOPI. Dalam sekejap, peretas berhasil masuk dan perlahan mengambil alih akun tersebut.

"Tim saya juga menemukan kalau peretas akun pribadi saya juga mencoba meretas akun Lembaga Survei KedaiKOPI, bahkan beberapa anggota tim juga sempat mendeteksi akan peretasan itu," kata Hensa.

Hensat mengaku, dirinya tidak pernah membuat konten yang menyinggung apa pun, termasuk pemerintah. Bersama tim KedaiKOPI, Hensat sedang sudah mencoba mengontak Google dan YouTube, namun belum ada hasil.

"Saya berharap ini bukan kejadian karena politik, tapi murni peretasan, namun mengapa akun saya yang hanya memiliki 38.2 ribu subscribers jadi target? Bahkan KedaiKOPI pun hampir disusupi? Mudah-mudahan sih cepat kembali dan membaik semua," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya