Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Akui Inisiatif Otonomi Sahara Maroko Sudah Paling Serius, Kredibel, dan Realistis

MINGGU, 24 NOVEMBER 2024 | 13:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Inisiatif otonomi Sahara Maroko kembali mendapat dukungan dan pengakuan dari Amerika Serikat. 

Asisten Menteri Luar Negeri Urusan Timur Dekat, Barbara Leaf menyampaikan komitmen Amerika Serikat untuk mendukung inisiatif yang digagas Kerajaan Maroko dan dinilai mampu menyelesaikan permasalahan di wilayah Sahara Barat.

"Amerika Serikat menegaskan kembali dukungannya terhadap inisiatif otonomi Maroko sebagai solusi serius, kredibel, dan realistis terhadap masalah Sahara Maroko, kata Leaf dalam sebuah keterangan yang diterima redaksi pada Minggu, 24 November 2024.


Pernyataan itu disampaikan Leaf selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Kerjasama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita di Rabat, hari Jumat lalu, 22 November 2024. 

Leaf juga mengatakan bahwa Washington terus mendukung Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB untuk Sahara, Staffan de Mistura, dalam upayanya untuk memajukan negosiasi menuju solusi politik yang dapat diterima bersama. 

Hubungan antara Washington dan Rabat telah meningkat secara signifikan sejak Amerika Serikat mendukung klaim Maroko atas Sahara Barat pada bulan Desember 2020.

Pengakuan tersebut dikecam oleh Front Polisario di Sahara Barat dan Aljazair.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya