Berita

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan saat mempimpin kasus pembunuhan Kasat Reskrim AKP Ryanto Ulil Anshar oleh Kabag Ops AKP Dadang Iskandar/Ist

Presisi

Polda Sumbar Tampilkan AKP Dadang dalam Keadaan Sehat

SABTU, 23 NOVEMBER 2024 | 23:14 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polda Sumatera Barat (Sumbar) menampilkan Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar ke publik pada Sabtu, 23 November 2024.

Tersangka yang menembak dan membunuh Kasat Reskrim AKP Ryanto Ulil Anshar tampak mengenakan pakaian berwarna biru mulai dari celana dan baju.

AKP Dadang juga juga tampil dengan kondisi tangan terborgol dan dijaga ketat sejumlah petugas Provost.


Selain itu, tidak ada sisa rambut alias botak plontos saat AKP Dadang dirilis.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan mengatakan menepis kabar bahwa tersangka mengalami gangguan mental.

Artinya, saat melakukan penembakan, AKP Dadang dalam keadaan sadar.

"Sampai siang ini, tersangka dalam kondisi sehat. Tidak ada gangguan mental, dan terus kota periksa," kata Dwi.

Kini, AKP Dadang dijerat dengan pasal berlapis mulai yakni Pembunuhan Berencana Pasal 340 KUHP, subsider Pasal 338, dan Pasal 351 ayat 3.

Kejadian sendiri bermula saat penyidik Satreskrim Polres Solok Selatan mengamankan pelaku tambang galian C. 

Saat pelaku dibawa menuju Polres, AKP Ulil mendapat telepon dari AKP Dadang yang menanyakan perihal penangkapan.

Sesampainya di Polres tersangka yang ditangkap langsung menjalani pemeriksaan. Namun, saat personel berada dalam ruangan terdengar bunyi tembakan dari luar, dan saat diperiksa AKP Ulil sudah terkena tembakan dan tidak bergerak.

Di saat bersamaan, personel melihat mobil Dinas Isuzu Dmax dengan nomor plat 3-46 yang dikemudikan Dadang meninggalkan Polres.

AKP Ulil terkena dua tembakan di bagian kepala, pelipis sebelah kanan dan pipi kanan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya